Gunung Agung – Bali

Gunung Agung – Merupakan gunung api bertipe stratovolcano yang memiliki ketinggian sekitar 3142 mdpl, menjadikannya sebagai gunung api tertinggi di Pulau Bali. Pesona pemandangan alam yang bisa dinikmati dari gunung ini tak kalah indahnya dengan gunung-gunung lain di Indonesia. Dari atas puncaknya anda dapat menyaksikan sebuah kawah besar berdiameter sekitar 500 meter yang sangat dalam yang terkadang mengeluarkan asap dan uap airnya. Selain itu pula dari atas puncaknya anda juga akan disuguhkan dengan pemandangan laut dan beberapa gunung lain yang terlihat kecil dari kejauhan.

Lokasi Dan Transportasi

Secara administratif gunung agung termasuk dalam wilayah Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Gunung ini memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan. Yaitu dari Selatan melalui Pura Pasar Agung di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Dari Tenggara melalui Budakeling, desa Nangka. Dan yang terakhir, merupakan jalur resmi yang lebih sering digunakan yaitu dari Barat Daya melalui Pura Besakih di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Tidaklah sulit mencari transportasi untuk menuju Pura Besakih. Dari terminal ubung anda dapat mencari bis tujuan Klungkung terlebih dahulu. Kemudian dari Klungkung perjalanan dilanjutkan dengan angkutan lain yaitu naik minibus tujuan Besakih dan turun di Pura Besakih dengan membayar ongkos Rp 5.000*). Di pura besakih anda dapat menuju kantor polisi yang berada tidak jauh dari sana untuk melaporkan pendakian dengan menyertakan copy KTP dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 10.000*).

Wisata

Perjalanan menuju puncak gunung agung dari jalur pura besakih dapat ditempuh dalam waktu sekitar 7-8 jam. Selama pendakian anda akan disuguhkan dengan pemandangan persawahan yang cantik. Selain itu juga beberapa pura dengan berbagai ukuran akan menjadi pemandangan yang sering dijumpai.

Mendaki melalui jalur ini anda diwajibkan menggunakan jasa guide dari organisasi pemandu lokal – Betalgo (Besakih Tourism And Lokal Guide Organization) dengan biaya satu orang pemandu lokal sebesar Rp 400.000*).

Awal pendakian terdapat dua jalur yang bisa di pilih, yaitu jalur lama pura besakih atau melalui jalur baru di dusun junggul yang berada di sisi kanan atas pura besakih. Jalur ini tidak melintasi pura dan waktu tempuhnya lebih cepat dibandingkan dengan jalur lama. Jalur baru ini nantinya juga akan kembali bertemu dengan jalur lama.

Jika melalui jalur lama pura besakih, perjalanan anda awalnya akan melintasi pura puseh kemudian pura plawangan yang sampai akhirnya tiba di pura telaga mas. Perjalanan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 45 menit dengan medan yang dilalui masih cukup landai berupa jalanan beraspal.

Dari Pura Telaga Mas selanjutnya perjalanan menuju tirta dasar sampai ke batas hutan yang bernama hutan pengubengan. Selanjutnya medan yang dilalui mulai menyempit dan menanjak dengan jurang di sisi kiri dan kanan jalur. Kondisi jalurnya berupa tanah berpasir dan berkerikil. Pada beberapa lokasi anda harus menggunakan akar pohon untuk mencapai ke atasnya dan tidak ada lahan datar yang cukup luas untuk mendirikan tenda.

Sampai sekitar lima jam mendaki, tibalah anda di batas akhir hutan yang bernama Batu Tulis (Boycamp), lokasinya cukup terbuka berupa tebing batu yang besar serta tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Pemandangan disini sangatlah indah, dimana anda dapat menyaksikan panorama tenggelamnya matahari. Saat siang hari banyak monyet yang bermain disini namun anda tidak perlu khawatir karena mereka tidak akan berani mendekat.

Batu Tulis (Boycamp)Batu Tulis/Boycamp (sumber)

Dari Batu Tulis tidak ada lagi vegetasi yang bisa ditemui. Perjalanan anda selanjutnya akan melewati dua puncak semu kemudian barulah tiba di puncak sejati gunung agung dengan total waktu tempuh sekitar tiga jam.

Medan yang dilalui berupa tebing batu curam yang harus anda panjat. Setelah berhasil memanjat tebing ini maka tibalah anda di puncak pertama. Dari sini kemudian dilanjutkan menuju puncak kedua, melintasi punggungan berpasir dengan jurang di sisi kiri dan kanannya. Dari puncak kedua selanjutnya perjalanan dapat diteruskan menuju puncak sejati yang ditandai dengan sebuah bukit berbatu. Medan yang dilalui masih sama, yaitu berupa punggungan memanjang dengan jurang di sisi kiri dan kanannya.

Jalur menuju puncak tertinggiJalur menuju puncak tertinggi (sumber)

Pemandangan dari puncak sejati gunung agung sangat luar biasa mengagumkan. Dari sini anda dapat menikmati panorama kawah dengan dindingnya yang menjulang dalam. Dari kejauhan sebelah timurnya tampak puncak gunung rinjani, dari sebelah selatan tampak kepulauan Nusa Penida dan di sebelah barat laut tampak gunung batur dengan danaunya yang indah. Selain itu pula panorama laut yang tampak biru sangat menyejukkan mata kala memandangnya.

PuncakPuncak (sumber)

KawahKawah (sumber)

Tips

  1. Gunakanlah jasa pemandu/guide saat akan mendaki gunung agung. Hal ini berguna untuk meminimalisir terjadinya hal buruk yang bisa saja terjadi selama pendakian.

  2. Jangan membawa perbekalan yang berbahan dari sapi. Hal ini dikarenakan gunung agung merupakan tempat yang disucikan umat hindu dan dalam kepercayaannya sapi merupakan hewan yang sangat disucikan sehingga dilarang untuk dimakan.

  3. Bersikap dan berbicaralah yang sopan selama dalam pendakian.

  4. Sebaiknya carilah informasi terkini mengenai gunung agung sebelum berangkat karena pada waktu-waktu tertentu masyarakat setempat akan mengadakan upacara adat disini sehingga jalur pendakian akan ditutup untuk umum.

  5. Persiapkan bekal air minum dari pos pendakian karena selama di jalur pendakian nantinya akan susah ditemui sumber air lagi.

  6. Berhati-hatilah saat melangkah menuju puncak sejati karena lokasinya yang terbuka seringkali disertai dengan angin kencang.

Pulau bali terkenal memiliki beragam objek wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah gunung agung ini. Menikmati keindahan alam pulau bali dari atas puncak tertingginya dijamin akan membuat kagum bagi mata yang memandangnya. Selamat berlibur!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Saya & keluarga sebanyak 14 orang mendaki gunung Papandayan tanggal 16-18 Februari 2013 & mempercayakan tim guide (2 orang) & porter (4 orang)  kepada saudara Ase & tim.
Alhamdulillah, keluarga saya (termasuk anak-anak umur 7-16 tahun) dapat menikmati tantangan pendakian dimana sebagian besar dari anggota rombongan adalah pemula yang baru pertama kali naik gunung.
Saudara Ase & tim sangat profesional dalam memberikan jasa pelayanannya dengan keramahan & perhatian yang luar biasa.
Saya sangat merekomendasikan saudara Ase & tim kepada siapa saja para pemula yang ingin menikmati sensasi tantangan mendaki gunung dalam arti gunung & camping yang sesungguhnya.
Insya Allah, rencana pendakian selanjutnya saya juga akan meminta mereka kembali untuk menemani kami lagi.
Sukses buat saudara Ase & tim.
Salam kami;
Bapak Obik & Keluarga
Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Pak Obik & Keluarga, Family Package Papandayan Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us