Gunung Argopuro – Jawa Timur

Gunung Argopuro – Merupakan salah satu gunung yang termasuk dalam kompleks pegunungan hyang. Memiliki ketinggian sekitar 3088 mdpl dengan beberapa puncak di atasnya. Puncak yang terkenal adalah puncak rengganis sedangkan yang tertinggi adalah puncak argopuro. Gunung ini sangat terkenal dengan mistisnya, di percaya menyimpan misteri legenda dewi rengganis dengan keenam dayangnya yang hilang.

Lokasi Dan Transportasi

Secara administratif gunung argopuro termasuk dalam tiga wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember dan Kabupaten Situbondo.

Terdapat tiga jalur pendakian yang bisa digunakan, yaitu jalur Bremi dari Probolinggo, Jalur Baderan dari Situbondo dan jalur Tancak dari Jember. Jalur yang lebih sering digunakan pendaki adalah melalui Bremi dan Baderan, sedangkan jalur Tancak sangat jarang dilalui karena jarak tempuh pendakiannya sangat panjang yang memerlukan waktu sekitar satu minggu untuk mencapai puncak.

Peta jalur pendakian gn. argopuroPeta jalur pendakian gn. argopuro (sumber)

Jika pendakian akan melewati jalur Baderan, maka anda dapat menuju ke Bondowoso terlebih dahulu. Dari sini kemudian dilanjutkan menuju Besuki menggunakan bus dengan ongkosnya sekitar Rp 6.000*). Dari Besuki kemudian dilanjutkan dengan naik mini bus menuju Baderan. Ongkosnya sekitar Rp 8.000*). Tiba di Baderan anda dapat berjalan kaki menuju Pos pendakian Baderan yang jaraknya tidak begitu jauh lagi. Di pos Baderan anda harus melapor dan mengurus perijinan terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian. Disini pula terdapat basecamp yang bisa anda gunakan untuk bermalam.

Wisata

Pendakian menuju puncak melalui jalur Baderan normalnya dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10-12 jam. Kondisi jalurnya cukup jelas dengan melintasi perbukitan dan sumber air banyak ditemukan sepanjang jalur pendakian.

Awal pendakian dari pos baderan tujuan pertama adalah menuju sumber mata air pertama di Km 4,2 yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Medan yang dilalui awalnya masih berupa jalan desa yang berbatu, melintasi lereng perbukitan dengan pemandangan ladang penduduk. Jika anda berangkat saat siang hari maka akan terasa sekali terik matahari, jalurnya pun akan berdebu sehingga disarankan untuk membawa masker. Setelah memasuki kawasan hutan maka tibalah anda di sumber mata air pertama Km 4,2. Disini airnya sangat jernih dan menyegarkan. Terdapat pula lahan datar yang bisa digunakan pendaki untuk mendirikan tenda.

Basecamp BaderanBasecamp Baderan (sumber)

Melanjutkan pendakian dari sini selanjutnya tujuan adalah menuju Cikasur yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6-7 jam. Medan yang dilalui cukup landai, melintasi punggungan dan lereng perbukitan dengan hutannya yang sangat lebat. Sekitar dua jam perjalanan anda akan tiba di sumber mata air 2. Dari sini kemudian menuju mata air 3 yang dapat ditempuh dalam waktu satu jam. Kemudian dilanjutkan menuju alun-alun kecil dengan waktu tempuh dua jam. Terus menuju alun-alun besar yang dapat ditempuh dalam waktu satu jam. Kemudian barulah anda akan tiba di Cikasur (Km 15) yang dapat ditempuh dalam waktu satu jam lagi.

Lokasi Cikasur berupa padang rumput dengan lahan datar yang sangat luas. Disini terdapat sisa-sisa bangunan dan bekas landasan pesawat militer saat masa penjajahan Belanda. Terdapat pula sebuah sungai dengan airnya yang sangat jernih. Di sungai inilah biasanya pendaki akan mandi untuk menyegarkan tubuh setelah seharian di perjalanan.

CikasurCikasur (sumber)

Dari Cikasur selanjutnya pendakian akan menuju Cisentor yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam. Medan yang dilalui bervariasi, mulai dari landai sampai mendaki dan menuruni bukit dengan vegetasi awal berupa padang rumput sampai akhirnya kembali masuk ke dalam hutan lebat. Di jalur ini pula tak jarang anda akan menemukan bekas kubangan babi hutan.

Di Cisentor terdapat pertigaan jalur yang merupakan pertemuan antara jalur Baderan dan jalur Bremi yang menyatu menuju Puncak. Terdapat pula sungai dan sebuah gubuk tua yang terbuat dari kayu yang bisa digunakan pendaki untuk berlindung. Di lokasi ini biasanya pendaki akan mendirikan tenda dan menjadi lokasi tempat bermalam. Perjalanan menuju puncak biasanya hanya dengan membawa perbekalan logistik secukupnya, sedangkan peralatan lain ditinggalkan di cisentor.

Pos CisentorPos Cisentor (sumber)

Dari Cisentor pendakian selanjutnya akan menuju Rawa Embik yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Medan yang dilalui akan mendaki bukit dengan vegetasi padang rumput dan bunga edelweiss. Tak jarang pula biasanya pendaki akan bertemu dengan kawanan burung merak yang terkenal memiliki bulu yang indah itu. Rawa Embik berupa lapangan terbuka dengan lahannya yang datar. Disini dapat mendirikan tenda namun sangat rawan dengan angin kencang yang bisa datang kapan saja.

Satu jam pendakian dari rawa embik anda akan tiba di pertigaan jalan yang merupakan percabangan antara jalur ke puncak rengganis dan puncak argopuro. Dari pertigaan ini menuju puncak rengganis dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit dengan mendaki batuan kapur yang bercampur belerang. Pemandangan dari puncak cukup terbuka luas, anda dapat menyaksikan panorama awan putih dengan gulungan-gulungannya yang terlihat unik.

Puncak RengganisPuncak Rengganis (sumber)

Kembali turun menuju pertigaan, anda dapat melanjutkan pendakian menuju puncak argopuro yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dengan medan berupa tanjakan terjal berbatu. Puncak argopuro merupakan bekas kawah yang sudah tidak aktif lagi dengan bau belerangnya yang masih menyengat. Bentuknya berundak-undak yang semakin ke atas luasnya semakin mengecil dimana pada puncak teratasnya terdapat batuan tersusun yang diyakini merupakan tempat petilasan Dewi Rengganis.

Puncak ArgopuroPuncak Argopuro (sumber)

Tips

  1. Gunung ini terkenal dengan mistisnya yang kuat. Sebaiknya anda tidak sesumbar, merusak ataupun memindahkan sesuatu yang ada disana.

  2. Cuaca di jalur pendakian akan terasa sangat panas, apalagi jika musim kemarau. Sebaiknya bawalah topi atau sunblock untuk melindungi kulit anda dari sengatan matahari langsung. Bawalah pula masker untuk melindungi anda dari udara berdebu yang beterbangan di jalur.

  3. Mendakilah dengan orang yang sudah paham dengan jalur pendakian gunung arpuro. Hal ini untuk meminimalisir kemungkinan tersesat selama di jalur pendakian.

Mendaki gunung argopuro akan terasa sangat melelahkan namun dibalik itu gunung ini pula menyuguhkan pemandangan alam yang sangat luar biasa cantiknya. Dijamin akan membayar semua lelah yang dirasakan. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

temen temen, pendakian sumeru kemarin membuat gw mengerti apa artinya perjalanan. arti persahabatan dan karakter setiap orang2. disini gw paling lemah, tp dari kelemahan gw kemaren, gw jadi melihat & terbuka, gimana gw bisa lbih baik lagi  thanks ya mas ase, mas widi, mas ari & mas rizky, sikap kalian mengajarkan gw untuk lebih bisa mempunyai karakter care terhadap sesama,  thanks buat temen temen semua, kak itha, nofee, mas derry, iwan, benny (dimasa masa perjalanan terakhir, thanks ya ben buat ceritanya, keren…), mas widi, dennis, thank for all.. God bless u pokknya keren banget buat perjalanannya…. topppppppppp abisssssssss, pengalaman yang paling keen seumur hidup gw, & gw ga bs ngomong apa apa selain kerenn bangetttt uuummmuuaaachhhhhh
Ana, Semeru Juni 2014

3 Responses to Gunung Argopuro – Jawa Timur

  1. kapan nih ada trip ke Argopuro.?

    firman 6 November 2013 at 2:01 pm Balas
    • Trip Argopuro Trip Spesial Masbro, jadi harus persiapan khusus dan anggota timnya juga siap waktu, fisik & mental

      ASe 6 November 2013 at 2:13 pm Balas
      • butuh waktu berapa hari ya?
        untuk fisik apa diperlukan latihan khusus? dan brp biaya guide. trims

        firman 7 November 2013 at 9:50 am Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Connect With Us