Gunung Arjuno – Jawa Timur

Gunung Arjuno – Memiliki ketinggian sekitar 3339 mdpl dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soeryo. Gunung yang bertipe strato ini memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane dan hutan gunung. Puncaknya bersebelahan dengan puncak gunung welirang yang masih berada dalam satu punggungan. Gunung Arjuno dikenal sebagai tempat pemujaan sejak jaman Majapahit, dimana sampai sekarang di lokasi ini masih banyak ditemukan peninggalan bersejarah berupa bangunan-bangunan pemujaan seperti arca maupun candi.

Lokasi Dan Transportasi

Gunung Arjuno berada diantara Kota Malang, Pandaan dan Sidoarjo, Jawa Timur. Terdapat beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan, diantaranya adalah jalur Tretes, jalur Purwosari, jalur Lawang dan jalur Batu.

Masing-masing jalur tersebut memiliki karakteristiknya sendiri. Seperti pada jalur purwosari, melalui jalur ini anda akan sering melintasi lokasi petilasan bekas peninggalan kerajaan Majapahit. Jika melintasi jalur tretes maka medannya lebih landai dan juga akan melintasi pertigaan yang merupakan jalan ke puncak arjuno dan puncak welirang. Dari beberapa jalur pendakian, jalur Tretes inilah yang lebih sering digunakan pendaki.

Peta jalur pendakian Gn. ArjunoPeta jalur pendakian Gn. Arjuno (sumber)

Untuk menuju Pos perijinan jalur tretes sebelumnya anda dapat naik Bus jurusan Surabaya-Malang ataupun sebaliknya, turun di terminal pandaan. Dari terminal kemudian dilanjutkan naik L300 menuju Tretes yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit lagi dengan ongkosnya sekitar Rp 5.000*). Tiba di Pos perijinan anda diharuskan mendaftar dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 4.500*).

Wisata

Jalur pendakian jalur tretes terbilang cukup nyaman untuk dilalui. Hal ini dikarenakan Tretes merupakan kawasan hutan wisata. Terdapat sebuah lokasi bumi perkemahan dan air terjun kakek bodo yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan saat hari libur. Disini banyak pula tersedia akomodasi yang menyediakan kamar untuk bermalam bagi para wisatawan, mulai dari losmen sampai hotel.

Awal pendakian dari Pos perijinan, perjalanan anda akan menuju ke Pos 1 atau juga di sebut Pet Bocor yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Medan yang dilalui masih cukup landai dan lebar dengan kondisi jalan yang sudah di semen. Sekitar 400 meter berjalan anda akan bertemu dengan pertigaan jalan. Arah ke kanan menuju bumi perkemahan dan air terjun kakek bodoh, sedangkan ke kiri/lurus menuju Pos 1/pet bocor. Selama dalam perjalanan anda akan disuguhkan dengan pemandangan suasana hutan yang sejuk dan asri, tak jarang suara burung-burung dari atas pohon besar akan menemani perjalanan anda. Lokasi Pos 1 cukup luas untuk mendirikan tenda, terdapat pula sumber air yang berasal dari pipa bocor, untuk itulah Pos 1 ini disebut juga sebagai Pos pet bocor karena terdapat pipa air yang bocor.

Dari Pet Bocor, perjalanan selanjutnya akan menuju Pos 2 atau juga disebut Pos Kokopan yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Medan yang dilalui berupa jalur berbatu yang cukup lebar. Vegetasinya pun sudah lebih terbuka yang banyak ditumbuhi batang ilalang dan tanaman pisang. Jalur ini biasa digunakan mobil jeep pengangkut belerang. Jika beruntung, anda dapat menumpang jeep ini untuk menuju kokopan langsung. Pos kokopan ditandai dengan adanya beberapa pondokan tempat penambang belerang biasa beristirahat. Terdapat pula makam keramat berupa susunan batu yang terletak di bawah pos kokopan. Sumber air dapat anda temui pada sebuah sungai kecil yang berada tidak jauh dari kokopan.

Makam KeramatMakam Keramat (sumber)

Dari Pos 2 kokopan selanjutnya perjalanan akan menuju Pos 3 Pondokan, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar empat jam. Medan yang dilalui akan naik punggungan gunung dengan jalurnya yang berbatu dan cukup terjal. Banyak terdapat pohon besar di sepanjang jalur pendakian yang bisa anda gunakan untuk beristirahat ataupun berlindung dari cuaca panas. Pos 3 Pondokan ditandai dengan adanya beberapa pondok penambang belerang dengan lahan terbuka yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Di pos inilah terdapat percabangan jalan yang menuju puncak gunung arjuno dan puncak gunung welirang. Biasanya di Pos ini pendaki akan bermalam sebelum melanjutkan pendakian ke puncak esok harinya. Sumber air disini berupa sungai kecil yang sudah dialiri menuju bak penampungan.

Pos PondokanPos Pondokan (sumber)

Dari Pos Pondokan selanjutnya pendakian akan menuju Lembah Kidang yang dapat ditempuh dalam waktu satu jam. Medan yang dilalui sudah cukup landai dengan vegetasi berupa ilalang dan pepohonan pinus. Lembah kidang berupa dataran padang rumput yang cukup luas dengan pemandangannya yang sangat indah. Dari sini anda dapat melihat puncak arjuno yang tampak gagah dengan tebing besar di bawahnya.

Dari sini selanjutnya pendakian akan menuju Pos Watu Gede yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Medan yang dilalui akan mulai menanjak dengan melintasi bukit. Pos Watu Gede merupakan pertigaan jalur. Arah ke kanan menuju ke puncak gunung welirang melintasi gunung kembar 1 dan gunung kembar 2, sedangkan arah ke kiri menuju puncak gunung arjuno.

Dari pos watu gede menuju puncak arjuno, anda akan melintasi medan yang terus menanjak dan sekitar 90 menit pendakian anda pun akan tiba di sebuah lahan datar yang cukup luas. Lokasi ini bernama Pasar Dieng dimana ketinggiannya hampir sama dengan puncak gunung arjuno.

Pasar DiengPasar Dieng (sumber)

Dari Pasar Dieng menuju puncak gunung arjuno dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit lagi. Puncak Arjuno sering disebut juga dengan nama puncak Ringgit atau puncak Ogal-Agil. Di lokasi puncak terkadang angin datang cukup kencang, sebaiknya tetap berhati-hati saat berada disini. Selain itu pula terdapat batu berbentuk seperti kursi yang di keramatkan oleh masyarakat setempat. Sebaiknya anda tidak duduk ataupun menginjak batu ini karena di percaya akan membawa sial. Terlepas dari itu semua, panorama dari atas puncak juga sangatlah indah, dimana anda dapat menikmati pemandangan beberapa kota dan laut utaranya. Pemandangan disini juga akan semakin cantik saat dilihat pada malam hari, dimana kerlip lampu kota dan lampu kapal laut akan menghias sepanjang mata memandang.

Puncak Gn. ArjunoPuncak Gn. Arjuno (sumber)

Tips

  1. Hormatilah adat-istiadat yang berlaku di daerah setempat. Jangan sesumbar ataupun berkata kotor selama dalam pendakian.

  2. Jangan merusak ataupun memindahkan benda-benda bersejarah yang ada disana.

  3. Persiapkan fisik, mental dan peralatan standar pendakian anda serta mendakilah dengan orang yang sudah paham dengan jalur pendakian ke puncak gunung ini.

Gunung Arjuno menyimpan banyak suguhan pemandangan yang bisa anda saksikan. Selain dapat menyaksikan bangunan-bangunan bersejarah yang banyak terdapat di sepanjang jalur pendakian, anda pun akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang tak kalah cantiknya. Selamat berwisata!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Ternyata ga cuma bisa guide’in nggunung doang mas Ase jg bisa guide’in mantai.. terimakasih udah bkin trip singkat kita menyenangkan, asik, seru, dan cetar badai membahana, apalagi pas loncat jembatan cinta itu sesuatu bgt + unforgettable moment..
thank u mas Ase udah jd guide yg baik + sabar guide’in 9 wanita calon apoteker.. 😀
Alvita Widyastuti, Pulau Tidung Februari 2012

2 Responses to Gunung Arjuno – Jawa Timur

  1. Selamat pagi bang ase, Kapan nich dibuat jadwal trip ke welirang – Arjuno via twin mountion

    Aipda brewijaya 25 November 2013 at 2:08 am Balas
    • Segera direncanakan masbroh, tunggu saja di 2014.

      ASe 27 November 2013 at 1:59 am Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us