Gunung Burangrang – Jawa Barat

Gunung Burangrang – Memiliki ketinggian sekitar 2.050 meter diatas permukaan laut (mdpl) yang juga termasuk dalam satu rangkaian gunung tangkuban perahu dan gunung bukit tunggul. Rangkaian pegunungan ini merupakan sisa-sisa dari letusan dahsyat gunung sunda purba yang pernah terjadi pada zaman prasejarah.

Saat ini wilayah gunung burangrang telah dikelola oleh PT PERHUTANI dimana sebagian kawasannya telah dijadikan pula sebagai lokasi latihan militer oleh KOPASUS. Untuk itu untuk masuk kawasan gunung burangrang, anda harus memiliki izin terlebih dahulu dari pos penjagaan.

Lokasi Dan Transportasi

Gunung Burangrang termasuk dalam wilayah Desa kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Terdapat tiba buah jalur pendakian yang bisa digunakan untuk menuju ke puncaknya, yaitu melalui jalur komando, jalur legok haji dan jalur pangheotan.

Peta Jalur pendakianPeta Jalur pendakian (sumber)

Jika melewati jalur Komando, banyak tersedia angkutan umum yang bisa anda gunakan. Dari Jakarta, anda dapat menggunakan bus jurusan Terminal Leuwi Panjang, Bandung, ongkosnya sekitar Rp 30.000*). Dari Terminal Leuwi Panjang selanjutnya perjalanan menuju Terminal pasar atas Cimahi dengan menggunakan angkot, ongkosnya sekitar Rp 5.000*).  Dari Terminal pasar atas Cimahi kemudian berganti angkutan lagi yang menuju Desa Kertawangi dan turun di pertigaan komando, ongkosnya sekitar Rp 4.000*). Dari pertigaan komando ini anda dapat berjalan kaki menuju pos perizinan yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit atau jika tidak ingin capek anda dapat naik ojek.

Wisata

Gunung Burangrang menyimpan pesona pemandangan alam yang tak kalah indahnya dengan gunung-gunung lain di sekitarnya. Kawasan hutannya yang masih asri ditumbuhi dengan hutan Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung, sepertinya cukup menjadikannya sebagai salah satu lokasi yang wajib untuk dikunjungi.

Gn. BurangrangGn. Burangrang (sumber)

Mendaki gunung burangrang membutuhkan waktu tempuh normal sekitar 4-5 jam pendakian dengan medannya yang cukup menantang. Awal perjalanan dari gapura komando, anda akan melintasi jalanan desa dengan rumah-rumah penduduk di sekitarnya sampai akhirnya akan tiba di pos perhutani. Disini anda dapat melakukan perizinan pendakian terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Fasilitas di pos ini terbilang cukup lengkap, terdapat sebuah mushollah, lahan parkir, kamar mandi dan juga sebuah warung kopi. Selanjutnya perjalanan anda akan menuju pos penjagaan TNI dimana anda pula harus melakukan perizinan disini. Dari pos TNI inilah pendakian anda baru akan dimulai.

Gerbang KomandoGerbang Komando (sumber)

Selepas dari pos TNI, perjalanan anda akan melintasi medan yang masih cukup landai dengan pemandangan kawasan perkebunan dan hutan pinus yang banyak berdiri di sepanjang jalur. Keberadaan hutan pinus ini cukup membuat suasana menjadi asri dan teduh. Selain itu pula pemandangan sekitar yang cukup terbuka dan suara kicauan burung-burung akan menjadi suguhan yang menarik selama dalam pendakian.

Sampai sekitar 30 menit perjalanan, anda akan tiba di sebuah lahan datar yang merupakan Pos 1. Disini anda dapat mendirikan tenda ataupun sekedar beristirahat melepas lelah. Pemandangan disini pun cukup indah, dari kejauhan akan tampak pemandangan Situ Lembang yang merupakan danau indah dengan airnya yang jernih. Belum lagi suasana hijaunya hutan yang mengelilinya, menjadikan pemandangan danau ini sangat menarik untuk dinikmati berlama-lama.

Selepas dari Pos 1, perjalanan anda selanjutnya akan mulai masuk hutan gunung, melintasi jalan setapak dengan medan yang mulai menanjak dan juga berbatu. Disinilah awal tantangan yang harus anda lalui untuk sampai di puncaknya. Walaupun jalur yang dilalui mulai menanjak cukup terjal namun anda pula akan menemui beberapa lokasi yang cukup datar sampai menuruni bukit, mungkin dapat dikatakan pula sebagai bonusnya. Pemandangan yang tersaji pun sepertinya akan mampu mengobati penat yang dirasakan. Hamparan hutan yang menghijau dengan situ lembang di sisi lembahnya dijamin akan membuat mata anda kagum. Belum lagi hamparan persawahan dan perkebunan penduduk, semakin melengkapi sajian indah di depan mata.

Puncak gunung burangrang ditandai dengan adanya sebuah tugu triangulasi berwarna putih, dimana pada tugu tersebut terdapat tulisan “selamat datang di puncak burangrang 2050 mdpl”. Keadaan puncak tidaklah begitu luas, mungkin hanya dapat diisi dengan dua buah tenda kapasitas empat orang. Selain itu pula tidak terdapat tumbuhan edelweiss seperti yang ada di beberapa gunung lainnya, namun pemandangan yang tersaji dari atas sini sangatlah menawan, tak kalah indah dengan gunung-gunung lain di sekitarnya. Jika cuaca cerah akan tampak gunung tangkuban perahu serta jajaran pegunungan dan perbukitan hijau lainnya yang konon merupakan bagian dari jajaran letusan gunung sunda purba. Disisi lain tampak pula hamparan perkebunan dan persawahan penduduk, pemukiman desa dan kota-kota serta lembah menghijau dengan sebuah danaunya yang terkenal dengan sebutan Situ Lembang. Sungguh sebuah ciptaan Tuhan yang sangat indah dan sempurna.

Tugu TriangulasiTugu Triangulasi (sumber)

Tips

  1. Mintalah izin terlebih dahulu kepada pos penjagaan sebelum melakukan pendakian. Hal ini berguna untuk keselamatan dan keamaan anda selama dalam pendakian.

  2. Sebaiknya anda mencari tahu terlebih dahulu kapan latihan militer kopasus digelar karena anda tidak akan diizinkan melakukan pendakian saat latihan berlangsung.

  3. Bawalah data diri seperti copy KTP, SIM ataupun tanda pengenal lainnya yang berguna untuk mengurus perizinan nantinya.

  4. Bawalah peralatan dan perlengkapan standar pendakian. Jangan paksaan mendaki jika cuaca buruk.

Gunung burangrang merupakan salah satu gunung di jawa barat yang menarik untuk dikunjungi. Waktu tempuh pendakiannya yang tidak terlalu panjang dan akses transportasinya yang cukup mudah sepertinya akan cocok bagi anda untuk menghabiskan liburan disini. Mendakilah bersama teman ataupun kerabat anda, terutama mereka yang sudah paham dengan gunung ini, agar pendakian dapat lebih menyenangkan. Selamat berlibur!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

“Ternyata jalur putri berat ya, walaupun tidak sampe surya kencana tp saya jadi mengerti bagaimana naik gunung yang sebenarnya, thank u Ase, be good guide ya Se”
Ester, Gede Oktober 2012

3 Responses to Gunung Burangrang – Jawa Barat

  1. .Boleh nih kapan2 ikutan trip Bang Ase.. Hehe..

    .Yang komen di atas ane kaya kenal nih.. 😀

    Jamal Swad 24 September 2014 at 3:34 pm Balas
    • Hayuks Bro Jamal Swad, hehehe,,,org kayak om Jamal Swad mah tanpa Eo juga udah ngacir sendiri

      ASe 1 Oktober 2014 at 8:27 am Balas
  2. kapan ngadain lagi mas saya pengen bgt naik kesini tapi blm punya barengan yg berpengalaman.

    uli 27 Desember 2016 at 4:40 am Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us