Gunung Butak – Jawa Timur

Gunung Butak – Merupakan gunung yang bertipe stratovolcano dengan ketinggian mencapai sekitar 2.868 meter diatas permukaan laut (mdpl). Lokasi gunung butak bersebelahan dengan gunung Kawi (2500 mdpl) dan karena inilah biasanya orang-orang sering salah dalam menyebutnya, dimana gunung butak itu sendiri sering disebut sebagai gunung kawi, padahal berbeda walaupun keduanya termasuk dalam satu jajaran Pegunungan Putri Tidur.

Lokasi Dan Transportasi

Gunung Butak berada dalam wilayah perbatasan Kabupaten Blitar dan Malang, Jawa Timur. Untuk mendakinya terdapat beberapa rute jalur pendakian yang bisa digunakan yaitu melalui rute Bukit Panderman-Malang, rute Gunung Kawi Kepanjen, rute Desa Gadingkulon-Dau-Malang dan rute Desa Semen-Gandungsari-Blitar.

Rute yang lebih sering digunakan pendaki adalah melalui rute Desa Semen. Untuk menempuhnya dari Kota Malang anda dapat naik Bus jurusan Blitar dan turun di depan pasar Wlingi dengan ongkos sekitar Rp 12.000*). Jika anda menggunakan kereta maka anda dapat turun di Stasiun Wlingi kemudian dilanjutkan menuju pasar wlingi yang jaraknya hanya sekitar 2 Km yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan naik angkot. Dari pasar Wlingi anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Semen dengan naik angkot dan turun di depan polsek semen dengan membayar ongkos sekitar Rp 3.000*). Dari desa semen selanjutnya anda dapat menuju ke PTPN XII Sirahkencong yang jaraknya sekitar 11 Km. Terdapat beberapa pilihan transportasi yang bisa anda gunakan, yaitu dengan menumpang truk pengangkut teh yang bisa ditempuh dengan waktu sekitar 70 menit atau dengan menyewa jasa ojek dengan membayar ongkos sekitar Rp 30.000*) per orang. Jika anda berombongan, anda dapat menyewa pickup dengan ongkos yang bisa di tawar tentunya. Setelah tiba di PTPN XII Sirahkencong anda dapat melaporkan pendakian di pos penjaga dengan menyertakan surat izin dari Polsek Wlingi dan dari sinilah pendakian anda akan dimulai.

PTPN XII Sirahkencong PTPN XII Sirahkencong (sumber)

Wisata

Mungkin sebagian orang belum banyak mengenal gunung ini karena informasi yang tersedia masih sangat sedikit. Namun siapa sangka pemandangan yang disajikan gunung ini tak kalah indahnya dengan gunung-gunung lainnya yang ada di Jawa Timur, menjadikannya sebagai lokasi yang patut untuk dikunjungi wisatawan.

Dari pos penjagaan PTPN XII Sirahkencong anda akan disuguhkan dengan pemandangan hamparan perkebunan teh yang luas. Terdapat pula beberapa warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang bisa anda beli sebelum memulai pendakian. Dari sini perjalanan anda akan melintasi hamparan perkebunan teh sampai menuju Wukir Negara yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Wukir Negara merupakan lokasi perbatasan antara perkebunan teh dengan batas hutan, dari sinilah pendakian anda selanjutnya akan mulai masuk ke dalam hutan tropis dengan medan yang akan terus menanjak. Perjalanan dari Wukir menuju puncak gunung Butak dapat ditempuh dalam waktu sekitar 7,5 jam dengan melintasi lima buah pos yang bisa anda gunakan untuk beristirahat.

Awal perjalanan dari pos penjaga menuju Wukir Negara banyak percabangan jalan, sebaiknya jangan segan untuk bertanya kepada petani teh yang ditemui atau juga dapat mengajak orang yang sudah paham dengan jalurnya. Jika berdasarkan letak, Wukir Negara berada di punggungan sebelah selatan gunung Butak. Selanjutnya perjalanan dari wukir Negara menuju puncak, jalur pendakiannya sangat jelas karena hanya ada satu, jika pun terdapat percabangan nantinya juga akan bertemu menjadi satu jalur kembali.

Perjalanan dari Wukir Negara menuju Pos 1 dapat ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit dengan melintasi medan yang masih cukup landai. Jalur ini sering terdapat banyak binatang pacetnya jika saat musim penghujan, untuk itu sebaiknya anda waspada terhadapnya. Pos 1 ditandai dengan adanya sebuah lahan datar yang cukup luas dengan vegetasinya berupa hutan basah yang rapat.

Dari Pos 1 selanjutnya perjalanan anda akan menuju Pos 2 yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit dengan melalui medan yang mulai menanjak. Hanya sedikit jalur landai yang akan anda temui, sisanya berupa tanjakan-tanjakan yang cukup melelahkan. Pos 2 merupakan lokasi lahan miring yang bisa juga digunakan untuk mendirikan tiga buah tenda. Vegetasinya masih berupa hutan hujan tropis dengan keadaan yang sudah mulai terbuka.

Selanjutnya perjalanan anda akan menuju Pos 3 yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit. Kondisi medan yang dilalui masih sama seperti sebelumnya yaitu terus menanjak. Keadaan vegetasi di Pos 3 masih sama dengan Pos 2, hanya saja lebih di dominasi dengan pepohonan cemara tinggi.

Dari Pos 3 selanjutnya perjalanan menuju Pos 4 yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit. Medan yang dilalui masih sama yaitu berupa tanjakan-tanjakan terjal. Vegetasi yang dilalui berupa hutan cemara dengan hiasan bunga edelweissnya. Tak jarang pendaki juga akan mendengar suara kicauan burung dan sahutan monyet, seakan menambah semangat pendaki saat mendengarnya.

Dari Pos 4 selanjutnya pendakian akan menuju Pos 5 yang merupakan pos terakhir. Pendakian dapat ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit dengan melintasi medan yang tetap menanjak. Pos 5 merupakan kawasan hutan lumut dengan sisa-sisa bekas kebakaran hutan.

Selanjutnya pendakian dari Pos 5 menuju puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan medan yang masih menanjak. Sebelumnya anda akan tiba dahulu di dataran puncak, dari sini pendaki dapat berjalan kaki ke arah Tenggara menuju puncak utama dengan melintasi medan yang sudah landai yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit.

View sebelum puncakView sebelum puncak (sumber)

Pemandangan dari puncak utama sangat luar biasa indahnya dengan keadaan yang terbuka luas. Dari sini anda dapat melihat gulungan awan putih dengan beberapa gunung lainnya seperti semeru, arjuna, welirang dan gunung-gunung lainnya di Jawa Timur. Cukup untuk membayar semua lelah yang anda rasakan selama dalam pendakian.

View dari puncak Gn. ButakView dari puncak Gn. Butak (sumber)

View Gn. Semeru dari Puncak Gn. ButakView Gn. Semeru dari Puncak Gn. Butak (sumber)

Tips

  1. Bawalah surat izin pendakian dari Polsek Wlingi dan melaporlah di pos pendakian setempat sebelum memulai pendakian. Bawalah pula copy data diri anda seperti KTP, SIM ataupun tanda pengenal lainnya.

  2. Berolahraga yang teratur sebelum melakukan pendakian, apalagi jalur pendakian gunung butak yang terkenal banyak tanjakan yang cukup menguras tenaga.

  3. Bawalah air minum dari pos perizinan pendakian secukupnya karena di sepanjang jalur pendakian cukup susah ditemukan sumber air. Di area puncak terdapat sumber air yang berada di sendang, untuk menuju kesana diperlukan waktu tempuh sekitar 30 menit untuk menuruninya dan sekitar satu jam untuk kembali naik.

  4. Jika bingung memilih rute di perkebunan teh, jangan segan untuk bertanya kepada petani teh atau siapapun yang bisa anda jumpai di perjalanan.

Gunung Butak memiliki pesona alamnya tersendiri yang tak kalah indahnya dengan gunung-gunung lain yang ada di pulau jawa. Persiapkan semua peralatan dan perlengkapan anda sebelum memulai pendakian agar pendakian dapat berjalan dengan lancar. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Saya & keluarga sebanyak 14 orang mendaki gunung Papandayan tanggal 16-18 Februari 2013 & mempercayakan tim guide (2 orang) & porter (4 orang)  kepada saudara Ase & tim.
Alhamdulillah, keluarga saya (termasuk anak-anak umur 7-16 tahun) dapat menikmati tantangan pendakian dimana sebagian besar dari anggota rombongan adalah pemula yang baru pertama kali naik gunung.
Saudara Ase & tim sangat profesional dalam memberikan jasa pelayanannya dengan keramahan & perhatian yang luar biasa.
Saya sangat merekomendasikan saudara Ase & tim kepada siapa saja para pemula yang ingin menikmati sensasi tantangan mendaki gunung dalam arti gunung & camping yang sesungguhnya.
Insya Allah, rencana pendakian selanjutnya saya juga akan meminta mereka kembali untuk menemani kami lagi.
Sukses buat saudara Ase & tim.
Salam kami;
Bapak Obik & Keluarga
Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Pak Obik & Keluarga, Family Package Papandayan Februari 2013

11 Responses to Gunung Butak – Jawa Timur

  1. waktu ane ke sana dulu, udah saya tandain pake tali rapia jalurnya. mulai dari perkebunan teh sampai sekitar pos 4. Mudah-mudahan masih ada. setidaknya yang di dalam hutan. Agar tidak tersesat. tidak ada sumber air sebelum sampai puncak kemudian turun ke sendang. dan desa semen itu sendiri sekitar 1 jam dari Wlingi. saya ke sana naik motor pribadi. tapi kayaknya nggak ada kendaraan umum menuju ke sana kecuali truck teh itu tadi. salam backpapacker

    goh 27 November 2013 at 3:12 pm Balas
    • Salam mas Goh, terimakasih atas pencerahannya, semoga bermanfaat bagi teman-teman penikmat ketinggian dan alam umumny. Salam kenal dan keep berbagi ilmu ya bro.

      ASe 28 November 2013 at 5:23 am Balas
    • Kalau bawa motor pribadi ada tempat parkir atau nitip sepedanya gak?

      Ash Habil Yamien 20 Desember 2013 at 2:45 pm Balas
      • Ada masbroh di PTPN XII Sirah-kencong, registrasi hanya dengan membayar parkir motor, dulu sih gitu, kalo g salah per motor Rp. 4.000

        ASe 21 Desember 2013 at 9:47 am Balas
      • Trims infonya bro

        Ash 2 Maret 2014 at 3:05 pm Balas
  2. bisa ambil surat ijin di polsek semen & mendaki malam nggak melalui sirah-kencong ?

    adhika winanda 8 November 2014 at 8:59 pm Balas
    • Terakhir teman ane kesana bsa bro, silahkan di coba.

      ASe 9 November 2014 at 2:19 am Balas
      • oke trims infonya, btw bisa minta kontak nggak ? saya pengen tanya2 tentang pendakian di gunung butak. kalau boleh kirim no hp kesini ya. [adhika.winanda@yahoo.com] trims

        adhika winanda 10 November 2014 at 5:20 pm Balas
        • Langsung saja mas hbungi nomor kontak WisataGunung.com

          ASe 18 November 2014 at 10:47 am Balas
      • Yang pingin ke MT Butak, bisa hubungin ane Gan…
        Masih belum banyak yang menjamah… Masih alami banget
        087771020029 atau 085649673823

        Khoirul 25 Agustus 2016 at 1:51 pm Balas
  3. Gunung butak pengen mendaki kesana tapi?????

    Ibnuwajak 21 Mei 2016 at 7:50 am Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us