Gunung Kerinci – Jambi

Gunung Kerinci – Merupakan gunung yang sangat popular di kalangan pendaki. Biasa disebut sebagai atapnya sumatera karena dengan ketinggiannya yang mencapai sekitar 3805 meter diatas permukaan laut (mdpl), menjadikannya sebagai gunung berapi tertinggi di sumatera. Tidak hanya itu, gunung ini juga termasuk dalam jajaran seven summit Indonesia yang merupakan gunung tertinggi kedua.

Lokasi dan Transportasi

Gunung Kerinci berada dalam wilayah provinsi Jambi dan Sumatera Barat yang termasuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) pada jajaran pegunungan bukit barisan.

Terdapat dua jalur untuk menuju puncak gunung ini, yaitu jalur lama dari tugu macan di Kabupaten Kerinci, Jambi dan jalur baru yang bernama jalur Sungai Lambai yang berada di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Jalur yang lebih umum digunakan pendaki adalah melalui jalur lama yaitu jalur tugu macan di desa kersik tuo, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Untuk menuju desa kersik tuo banyak alternatif transportasi yang bisa anda gunakan. Dari Jambi anda dapat naik bus menuju Sungai penuh dengan ongkos sekitar Rp 95.000*) yang ditempuh dalam waktu 12 jam. Kemudian dari Sungai Penuh dilanjutkan naik angkot menuju Kecamatan Kayu Aro dan turun di tugu macan, Desa Kersik Tuo. Ongkosnya sekitar Rp 10.000*) dengan waktu tempuh sekitar satu jam lagi. Jika dari Padang, anda dapat naik travel atau sejenis Elf yang langsung menuju Desa Kersik Tuo. Ongkosnya sekitar Rp 90.000*) dengan lama perjalanan sekitar dua jam.

Tiba di tugu macan anda dapat berjalan kaki selama satu jam menuju pos penjagaan TNKS (pondok R10) atau dengan menyewa mobil angkutan sayur. Biasa ongkosnya sekitar Rp 10.000*) untuk sekali antar. Di R10 ini anda harus melapor dan membayar uang restribusi sebesar Rp 10.000*) per orang. Kemudian dari sini dilanjutkan menuju pintu rimba yang dapat ditempuh sekitar 20 menit dengan berjalan kaki.

Wisata

Selama dalam perjalanan dari tugu macan menuju pintu rimba anda masih melintasi jalan beraspal dengan pemandangan hamparan kebun teh dan ladang penduduk. Pintu rimba ditandai dengan sebuah bangunan gerbang semi permanen yang beratap seng.

Tugu MacanTugu Macan

Dari sini selanjutnya perjalanan anda menuju pos 1 Bangku Panjang yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit. Melintasi kawasan hutan heterogen dengan medan yang masih cukup landai. Pada pos ini terdapat sebuah pondok dan bangku panjang yang bisa digunakan untuk bersantai.

Dari pos 1 kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Pos 2 yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan melintasi medan yang masih cukup landai. Pos ini hanya berupa lahan datar tanpa adanya pondok. Sumber air hanya tersedia jika saat musim penghujan saja, yaitu di sungai kecil tak jauh dari pos.

Selanjutnya perjalanan anda menuju Pos 3 Batu Lumut yang dapat ditempuh dalam waktu 60 menit. Medan yang dilalui mulai menanjak dengan diselingi pohon-pohon tumbang. Pos 3 ditandai dengan sebuah bangunan pondok beratap yang disertai dengan tempat duduknya. Sumber air disini masih sama seperti Pos 2, mengering saat musim kemarau.

Dari pos 3 selanjutnya perjalanan anda menuju Shelter 1 yang dapat ditempuh dalam waktu 90 menit. Medan yang dilalui akan terus menanjak dengan jalur becek berlumpur. Shelter 1 hanya berupa lahan datar, dulu terdapat bangunan pondok disini namun sekarang sudah roboh. Sumber airnya juga masih sama, di sungai kecil yang mengering saat musim kemarau.

Selanjutnya dari Shelter 1 menuju Shelter 2 dapat ditempuh dengan waktu sekitar 3-4 jam. Medan yang dilalui akan semakin terjal yang disertai dengan banyaknya tanjakan dan akar pepohonan besar yang melintang di jalur. Lokasi Shelter 2 ditandai dengan adanya lahan datar dan sebuah bangunan rangka besi yang berada di sebelah kirinya. Terdapat pula sumber air yang tertampung dalam sebuah cerukan.

Anda dapat bermalam di shelter 2 atau melanjutkan perjalanan kembali untuk kemudian bermalam di shelter 3. Karena untuk menuju puncak, idealnya pendakian akan dilakukan saat dini hari sekitar pukul 02.00 wib.

Perjalan ke shelter 3 dapat ditempuh dalam waktu dua jam. Melintasi medan yang berupa cerukan berpasir dengan vegetasi yang mulai terbuka. Terkadang anda pun harus memanjat saat cerukan yang dilewati mulai menyempit. Shelter 3 ditandai dengan sebuah lahan datar terbuka yang cukup luas dengan vegetasi tumbuhan perdu. Terdapat pula sumber air yang bisa anda gunakan.

Jalur menuju shelter 3Jalur menuju shelter 3 (sumber)

Pemandangan dari sini sangat luar biasa indahnya. Selain dapat menyaksikan kerlip lampu kota dengan sinar rembulan dan bintangnya, menjelang sunrise akan tampak pula pemandangan danau gunung tujuh dengan latar matahari yang perlahan mulai meninggi. Sedang di sebelah selatan, terlihat danau belibis yang tampak sendiri berada di tengah rimbun hutan.

Sunrise di Shelter 3Sunrise di Shelter 3 (sumber)

Dari Shelter 3 perjalanan anda selanjutnya akan melintasi punggungan-punggungan bukit dengan medannya yang berpasir dan berkerikil serta jurang yang dalam di sisi kiri dan kanan jalur. Vegetasinya pun akan semakin berkurang dan semakin ke atas akan mulai menghilang. Sampai sekitar satu jam pendakian, anda akan tiba di Tugu Yudha, merupakan tugu memoriam atas hilangnya seorang pendaki yang bernama Yudha.

Jalur PunggunganJalur Punggungan (sumber)

Berjalan sekitar 15 menit lagi dari sini maka tibalah anda di puncak Gunung Kerinci 3805 mdpl dengan sambutan pemandangan kawahnya yang masih tergolong aktif. Lebih luas mata memandang, tampak panorama alam yang sangat menakjubkan. Dari sini anda dapat melihat birunya Samudera Hindia dan hamparan awan putih bagai permadani. Pemandangan danau gunung tujuh dengan hamparan hutan yang menghijau di sekitarnya pun seakan tak mau kalah. Semakin menambah indah suasana ciptaan Tuhan.

KawahKawah (sumber)

Tips

  1. Jika kemalaman saat tiba di desa kersik tuo, anda dapat menginap di penginapan yang ada di dekat tugu macan.

  2. Jika ingin bermalam di jalur pendakian, sebaiknya minimal anda bermalam di shelter 1 untuk menghindari bertemunya dengan binatang buas.

  3. Sebaiknya persiapkan bekal minuman anda dari awal mendaki karena di khawatirkan akan susah ditemui sumber air lagi selama pendakian.

  4. Berhati-hatilah saat berjalan menyusuri punggungan selepas shelter 3 karena jalurnya cukup licin dan berbahaya.

  5. Saat perjalanan turun dari puncak, selalu ikuti patok-patok yang ada karena patok ini akan membawa anda kembali sampai ke shelter 3.

Rasa lelah dan capai yang dirasakan saat mendaki gunung ini akan terbayar dengan segala keindahan panorama alam yang disuguhkannya. Tak heran jika gunung kerinci akan selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Anda suka mendaki gunung ? Selamat datang di Kerinci!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Awalna sich ragu2 waktu mo ikutan..g yakin apalg ketemu org2 baru..maklum stlh 12 taun br skrg lg bs tracking sm banyak orang lagi..g tauna mlh ktemu org2 yg pd sengklek otakna,,yg pd gila,,yg pd g tau malu,,pokona kegilaan yg prnh ada d masa lalu akirna dapet lg..bnr2 ksmptn yg g mgkn datang 2 kali n ane seneng bs ada d dlm itu smua..makasih temen2 Rinjani OJE..mksh tmn2 Wisata Gunung..good 2 knowing all of u..nice 2 share every moment with each 1 of every person of u..glad 4 all laugh,,spirit,,courage,,ampe bau keringet ama bau jigongna he2..u guys ROCKS..seneng bs mhabiskan waktu sm kalian smua..Barudak Rinjani OJE wajib kudu OJE salawasna..OJEEE Enrich Marcellinus <bremertown2001@gmail.com>  
Enrich Marselinus, Rinjani Agustus 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Connect With Us