Gunung Latimojong – Sulawesi Selatan

Gunung Latimojong – Siapa yang tidak mengenal gunung satu ini. Memiliki ketinggian sekitar 3.478 mdpl yang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan dan bahkan merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia. Sejatinya latimojong lebih tepat disebut sebagai pegunungan karena memiliki tujuh buah puncak yang terbentang dari Utara sampai ke Selatan. Masing-masing puncak bernama puncak Sinaji, Sikolong, Rante Kambola, Rante Mario, Nenemori, Bajaja dan Latimojong. Puncak yang lebih sering dikunjungi pendaki adalah puncak Rante Mario yang merupakan puncak tertinggi gunung latimojong.

Lokasi Dan Transportasi

Secara administratif gunung latimojong termasuk dalam wilayah Kabupaten Enrekang, Palopo dan Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Umumnya jalur pendakian yang sering digunakan adalah melalui Dusun Karangan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang.

Untuk menuju dusun karangan, anda dapat menempuhnya dari pusat kota Makassar dengan naik mobil sejenis panther tujuan Baraka. Ongkosnya sekitar Rp 60.000*) dengan waktu tempuh perjalanan sekitar enam jam. Tiba di pasar Baraka selanjutnya anda dapat naik angkutan truk ataupun jeep menuju dusun rantelemo yang berjarak sekitar 20 Km dengan membayar ongkos sekitar Rp 30.000*) per orang. Angkutan ini biasanya hanya ada pada hari Senin dan Kamis yaitu saat hari pasar, selain hari tersebut anda dapat menyewa angkutan lain. Selanjutnya dari dusun rantelemo anda dapat berjalan kaki menuju dusun karangan yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit perjalanan.

Wisata

Meskipun perjalanan menuju dusun terdekatnya terbilang cukup panjang dan melelahkan namun semua itu terbayar dengan suguhan pemandangan alam yang bisa anda saksikan. Bangunan-bangunan rumah penduduknya yang berbentuk panggung, seperti menjadi nilai keunikan tersendiri bagi pendatang seperti anda. Belum lagi keramah-tamahan masyarakatnya, dijamin akan membuat anda betah berada di dusun mereka.

Memulai pendakian dari dusun karangan, perjalanan akan menuju Pos 1 (Pos Buntu Kaciling) yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam pendakian. Medan yang dilalui berbukit-bukit menyusuri sungai (salu) karangan dengan vegetasi berupa perkebunan kopi dan jagung milik penduduk setempat. Anda dapat mengambil air di sungai ini karena di pos 1 nantinya tidak terdapat sumber air lagi. Banyak percabangan jalur saat melintasi daerah ini, sebaiknya bertanyalah kepada penduduk setempat jika anda bingung memilih jalurnya. Pos 1 ditandai dengan area lahan terbuka berukuran sekitar empat meter persegi.

Dari Pos 1 selanjutnya pendakian menuju Pos 2 (Pos Gua Sarung Pakpak) yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Medan yang dilalui akan naik turun melintasi punggungan bukit dan lembah dengan aliran sungai di sisinya. Pos 2 hanya berukuran sekitar empat meter persegi, lokasinya berada di bawah tebing tepat di pinggir sungai sehingga sering digunakan pendaki sebagai tempat untuk bermalam.

Pos 2Pos 2 (sumber)

Selanjutnya pendakian akan menuju Pos 3 (Pos Lantang Nase) yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Medan yang dilalui berupa tanjakan yang cukup terjal dengan kemiringan mencapai 80 derajat. Berhati-hatilah saat melintasi daerah ini karena jika badan tidak seimbang, anda bisa terjatuh ke belakang. Pos 3 ditandai dengan sebuah lahan datar kecil yang tidak memiliki sumber air.

Dari Pos 3 selanjutnya pendakian menuju Pos 4 (Pos Buntu Lebu) yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Medan yang dilalui masih tetap menanjak namun tidak terlalu terjal. Pos 4 berada di kawasan punggungan hutan berlumut dengan sebuah lahan datar yang cukup luas dan tidak terdapat sumber air disini.

Dari Pos 4 selanjutnya pendakian menuju Pos 5 (Pos Soloh Tama) yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit. Medan yang dilalui tidak terlalu menanjak dengan vegetasi berupa hutan lumut yang cukup lebat. Pos 5 berada di punggungan gunung dengan lahan datar yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Terdapat sumber air disini yang bisa anda temukan sekitar 200 meter. Cukup ikuti jalur pendakian ke arah Pos 6 dan belok ke kiri menurun saat bertemu pertigaan jalan maka anda akan tiba di sumber air.

Dari Pos 5 selanjutnya pendakian menuju Pos 6 yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Saat tiba di pertigaan jalan, anda berbelok ke arah kanan karena jalur ke kiri merupakan arah sumber air. Medan yang dilalui masih tetap menanjak dengan suhu udara yang akan lebih terasa dingin. Pos 6 berupa lahan datar yang cukup terbuka dan dari sini anda sudah dapat melihat ke tujuh puncak latimojong yang tampak menawan terlihat dari kejauhan.

Selanjutnya pendakian akan menuju Pos 7 (Pos Kolong Buntu) yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit. Medan yang dilalui cukup landai dengan melintasi kawasan hutan lumut. Pos 7 merupakan sebuah lokasi yang cukup terbuka dan sangat cocok untuk mendirikan tenda. Dari sini pemandangannya sangatlah indah, anda dapat menikmati pemandangan tujuh puncak latimojong dan gumpalan-gumpalan awan yang eksotik bercampur sinar jingga matahari sore. Terdapat pula sumber air berupa sungai kecil yang bisa anda temukan di lembah sebelah kirinya.

Jalur menuju Pos 7Jalur menuju Pos 7 (sumber)

Biasanya pendaki akan bermalam terlebih dahulu di Pos 7 dan melanjutkan pendakian menuju puncak Rante Mario keesokan paginya. Perjalanan menuju puncak Rante Mario dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit lagi. Medan yang dilalui cukup landai dengan keadaan yang lebih terbuka. Terdapat beberapa persimpangan jalur yang akan anda temui disini, untuk menuju puncak Rante Mario anda dapat memilih jalur lurus agak ke kiri. Berjalan sekitar lima menit kemudian anda akan tiba di sebuah lapangan yang terbuka luas dengan vegetasinya berupa tumbuhan perdu, dari sini jalur menuju puncak sudah cukup jelas.

View jalur menuju puncakView jalur menuju puncak (sumber)

Berjalan lagi mengikuti jalur sampai sekitar 15 menit maka anda akan tiba di puncak Rante Mario, puncak tertingginya gunung latimojong yang ditandai dengan sebuah tugu triangulasi berwarna putih. Pemandangan dari atas puncak ini sangat terbuka luas, jika cuaca cerah pemandangan akan lebih indah dengan suguhan pesona alam bumi Celebes yang menawan.

Tugu Triangulasi Puncak Rante MarioTugu Triangulasi Puncak Rante Mario (sumber)

Tips

  1. Sebaiknya atur jadwal keberangkatan anda sebaik mungkin karena angkutan dari pasar Baraka menuju dusun rantelemo hanya ada pada hari pasar yaitu hari Senin dan Kamis.

  2. Sangat diwajibkan untuk melapor kepada kepala dusun setempat sebelum memulai pendakian.

  3. Mendakilah dengan orang yang sudah paham dengan jalur pendakian gunung ini karena jalurnya yang terbilang cukup susah dengan banyak percabangannya.

  4. Waspadalah dengan tiupan angin kencang saat berada di puncak karena suhunya yang cukup terasa dingin, gunakanlah jaket dan pelindung tubuh lainnya.

 

Mendaki gunung latimojong memerlukan kesiapan fisik dan mental yang lebih, selain itu pula kesiapan perlengkapan dan peralatan yang memadai akan sangat dibutuhkan demi kelancaran pendakian. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

“Ternyata jalur putri berat ya, walaupun tidak sampe surya kencana tp saya jadi mengerti bagaimana naik gunung yang sebenarnya, thank u Ase, be good guide ya Se”
Ester, Gede Oktober 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us