Gunung Leuser – Nanggroe Aceh Darussalam

Gunung Leuser Merupakan salah satu gunung yang termasuk dalam jajaran pegunungan bukit barisan di Sumatera. Memiliki ketinggian sekitar 3.404 mdpl, menjadikannya sebagai gunung tertinggi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Gunung Leuser termasuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dikenal dengan nama Kawasan Ekosistem Leuser yang merupakan situs warisan dunia UNESCO. Gunung ini memiliki hutan yang masih sangat asri dan alami yang terdiri dari hutan tua dengan pepohonan besar, hutan lumut pada dataran tinggi serta daerah terbuka dengan tumbuhan perdu khas pegunungan.

Lokasi Dan Transportasi

Gunung Leuser berada di sebelah Tenggara Aceh, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara. Secara administratif puncaknya termasuk dalam empat wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Gayo Lues.

Terdapat beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan untuk mendaki gunung ini, yaitu jalur Agusan, jalur Kedah dan jalur Meukek. Jalur Agusan waktu tempuhnya lebih panjang dibanding jalur lainnya sedangkan jalur Meukek sangatlah curam untuk dilalui sehingga membutuhkan peralatan khusus untuk mendakinya. Jalur yang lebih sering digunakan adalah melalui jalur Kedah yang berada di dusun kedah, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, NAD.

Untuk menuju titik start pendakian jalur Kedah, anda dapat mencari angkutan umum dari Medan ataupun dari Banda Aceh tujuan Blangkejeren. Jika dari Banda Aceh anda dapat naik minibus dengan membayar ongkos sekitar Rp 150.000*) sedangkan jika dari Medan anda pula dapat naik minibus dengan membayar ongkos sekitar Rp 100.000*). Setibanya di Blangkejeren anda dapat melanjutkan perjalanan dengan menyewa atau naik angkutan umum lokal yang diberi nama Loser atau Marmas menuju Kedah yang memakan waktu tempuh sekitar 30 menit lagi.

Wisata

Gunung Leuser yang termasuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) terdiri dari beberapa Suaka Margasatwa seperti Suaka Margasatwa Langkat Selatan, Suaka Margasatwa Kluit, Suaka Margasatwa Kappi, Suaka Margasatwa Gunung Leuser, Suaka Margasatwa Sikundur, Taman Wisata Sikundur, Taman Wisata Lawe Gura, hutan lindung dan juga sebagai hutan produksi terbatas. Tentunya hal ini membuat kawasan leuser tetap terjaga kelestariannya.

Pintu Gerbang TNGLPintu Gerbang TNGL (sumber)

Tidak seperti gunung-gunung lainnya di Indonesia, gunung Leuser memiliki tantangan tersendiri yang cukup populer di kalangan pendaki lokal maupun manca Negara. Jalur pendakian menuju puncak Gunung Leuser terbilang cukup panjang dan menguras tenaga. Dibutuhkan waktu sekitar 9-10 hari untuk menuju puncaknya yang berjarak sekitar 51 Kilometer dari titik start pendakian jalur Kedah. Dalam perjalanannya, pendaki harus melalui empat puncak gunung, menyusuri perbukitan panjang sampai melintasi lembah-lembah. Dapat anda bayangkan bukan bagaimana rintangan yang harus dihadapi ?

Awal pendakian dari jalur Kedah, anda akan menemui para guide yang menawarkan jasa. Rata-rata tarif yang mereka pasang berkisar antara Rp 800.000*) Rp 1.000.000*) untuk sekali pendakian. Dari sini pendakian dapat dilanjutkan menuju Simpang Air yang berjarak sekitar 5,5 Km atau memakan waktu tempuh sekitar 9-10 jam. Medan yang dilalui masih cukup landai dengan melintasi perkampungan dan perkebunan penduduk sampai tiba pintu rimba. Setibanya disini barulah medan mulai menanjak sampai tiba di Simpang Air.

Dari Simpang Air selanjutnya pendakian menuju Puncak Angkasan yang berjarak sekitar 4,5 Km atau memakan waktu tempuh sekitar 7 jam pendakian. Puncak Angkasan berada pada ketinggian sekitar 2891 mdpl. Medan yang dilalui masih terus menanjak dengan vegetasi sekitar berupa hutan heterogen yang pada beberapa lokasinya telah hangus terbakar.

Dari Puncak Angkasan selanjutnya pendakian menuju Lintasan Badak yang berjarak sekitar 5,5 Km atau memakan waktu tempuh sekitar enam jam. Medan yang dilalui mulai bervariasi dari menanjak, landai sampai turunan. Selama pendakian anda akan melintasi beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk bermalam, yaitu Kulit Manis I, Kulit Manis II dan Kulit Manis III, dimana masing-masing lokasi ini terdapat sumber air berupa kubangan tampungan air hujan. Lintasan Badak juga merupakan lokasi datar dekat Bukit Perpanji yang biasa digunakan pendaki untuk bermalam.

Kubangan AirKubangan Air (sumber)

Dari Lintasan Badak selanjutnya pendakian menuju BlangBeke yang berjarak sekitar 7 Km atau memakan waktu tempuh sekitar 8-10 jam. Medan yang dilalui akan mendaki dan menuruni bukit perpanji dengan vegetasi berupa hutan rapat. Sampai mendekati area BlangBeke barulah vegetasi berubah menjadi pepohonan perdu (Blang) dengan hamparan padang rumput yang terbuka.

Dari BlangBeke selanjutnya pendakian menuju Kolam Badak yang berjarak sekitar 6 Km. Vegetasi yang dilalui berupa hutan rapat dan juga akan melintasi beberapa anak Sungai Alas. Kolam badak merupakan area terbuka yang memiliki danau kecil yang biasa menjadi kubangan oleh Badak Sumatera.

Dari Kolam Badak selanjutnya pendakian menuju Bipak Kaleng yang berjarak sekitar 8 Km atau memakan waktu tempuh sekitar 10-12 jam pendakian. Medan yang dilalui akan lebih sulit karena jalurnya yang menanjak dan kondisi tanah liat yang licin. Selain itu pendaki harus lebih berhati-hati karena jalur yang dilalui berada di tepi jurang. Sekitar 6 jam pendakian, anda akan tiba terlebih dahulu di Camp Bipak. Dari sini selanjutnya medan yang dilalui melintasi perbukitan dan lembah sampai sekitar 6 jam perjalanan barulah anda akan tiba di Bipak Kaleng yang berada di sebuah puncak bukit.

Dari Bipak Kaleng Selanjutnya pendakian menuju Padang Sabana dengan waktu tempuh sekitar lima jam. Pendakian akan melintasi pepohonan perdu yang rapat, sampai sekitar 30 menit perjalanan maka akan tiba terlebih dahulu di Bipak Batu yang bisa pula dijadikan lokasi camp. Lokasi Bipak Batu banyak terdapat batu yang berserakan dengan vegetasi berupa semak dan pepohonan perdu. Dari sini kemudian perjalanan akan melalui medan yang mulai landai dan melintasi anak sungai, sampai sekitar 4,5 jam perjalanan maka anda akan tiba di Padang Sabana yang merupakan lokasi datar yang cukup luas. Di lokasi inilah biasanya menjadi camp terakhir pendaki karena untuk menuju puncak leuser dan kembali lagi kesini dapat dilakukan dalam satu hari.

Sekitar 1,5 jam pendakian dari Padang Sabana, anda akan tiba di Puncak Loser (3404 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi kedua di Sumatera. Puncak ini ditandai dengan sebuah tugu triangulasi bekas peninggalan zaman Belanda. Dari sini kemudian pendakian dilanjutkan menuju Puncak Leuser yang berjarak sekitar 3 Km lagi dengan melintasi punggungan bukit. Dalam perjalanan, anda akan menemukan sebuah danau yang diberi nama Danau Leuser berdiameter sekitar 15 Meter yang berada di lembah. Lokasi danau ini cukup datar dan terbuka sehingga dapat pula dijadikan sebagai lokasi camp.

View Kota BlangPidieView Kota BlangPidie Dari Puncak Loser (sumber)

Danau LeuserDanau Leuser (sumber)

Puncak Leuser hanya berupa dataran yang tidak begitu luas dengan vegetasi berupa tanaman perdu. Pemandangan dari atas sini cukup terbuka, anda dapat menyaksikan pemandangan bukit-bukit TNGL yang menghijau memanjakan mata. Selain itu pula dari kejauhan tampak pemandangan Kota BlangPidie dan beberapa kota lain di sekitarnya dengan hiasan pemandangan lautnya yang membiru. Sungguh sebuah suguhan pemandangan alam yang cantik, dijamin akan sangat cukup untuk membayar semua penat yang terasa.

Tips

  1. Rencanakanlah pendakian anda dengan matang. Persiapkan fisik, mental, perlengkapan dan peralatan anda dengan sebaik mungkin untuk mendukung keselamatan dan keamanan dalam pendakian nantinya.

  2. Sebaiknya lakukan pendakian antara bulan Juni – Oktober karena cuaca lebih baik saat bulan-bulan tersebut.

  3. Untuk mengurangi beban bawaan dan juga persiapan saat turun, sebaiknya anda menimbun bekal logistik di beberapa jalur pendakian.

  4. Waspadalah dengan kehadiran satwa liar yang masih banyak terdapat di dalam hutan.

  5. Gunakanlah jasa guide untuk menemani pendakian anda dan jangan lupa untuk menawar harga terlebih dahulu agar dapat harga yang lebih murah.

  6. Uruslah perizinan kepada pihak setempat sebelum melakukan pendakian.

 

Gunung Leuser memiliki jalur pendakian yang cukup panjang sehingga sangat diperlukan persiapan yang baik untuk mendaki sampai ke puncaknya. Walaupun begitu, pesona alam yang disuguhkan gunung ini sangatlah indah, dimana bentang pemandangan hutan dan pegunungan asri akan menemani sepanjang perjalanan anda. Jika anda menyukai petualangan yang menantang, tidak ada salahnya untuk mencoba gunung yang satu ini. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Wishh bingung sebetulnya mau bikin testimoni apaan, slnya speechless hihihi

Yg bisa dibilang wisata gunung the best dah. . Fasilitas yg diberi sudah sangat memuaskan, wlopun mungkin ada sedikit troubel”, tapi tanggung jawab dri guide dan ownernya sendiri itu yg bikin pelayanannya memuaskan, qta bener” dipantau dari sblum berkumbul, saat berkumpul, sampai berpisah di stasiun atau terminal, ahh itu sih yg bkin kita puas, sampe kekurangan apapun itu ga keliatan karna tertutup dari kepuasan yg kt dapat dari fasilitas, pelayanan, dan tanggung jawab dan kesabaran dri para guide n ownernya jagain kami”. . Puassss deh pokoknya, yg pasti pesennya tanggung jawab itu sih modal kepuasan pelanggan, dan wisata gunung sudh membuktikan

Terima kasih buat semuanya

Sukses buat karir n wisata gunungnya yah bang ase Sukses jga buat guide”nya yg sabar buat nmenin n jagain qta, krna dri kesabaran n tanggung jawab mreka kmi jdi puas dan senang, wlopun blm.ampe puncak hihi

Mohon maaf lahir batin, selama…

Putri Motik, Semeru Mei 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us