Gunung Merapi – Jawa Tengah

Gunung Merapi – Nama gunung ini mungkin bukan lagi nama yang asing untuk didengar sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari statusnya sebagai gunung api teraktif di Indonesia dan hampir mengalami erupsi sebanyak dua hingga lima tahun sekali. Ketika mengalami erupsi, gunung dengan ketinggian mencapai 2968 mdpl ini memiliki ciri khas awan panas dengan suhu sekitar 1000oC yang disebut Wedus Gembel oleh masyarakat setempat. Walaupun begitu Gunung Merapi selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, khususnya para pendaki yang ingin menikmati keindahan alam dari puncaknya.

Lokasi dan Transportasi

Gunung Merapi berdiri di antara Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di sebelah selatan berada di kawasan Kabupaten Sleman, Yogyakarta, di sisi barat berada di kawasan Kabupaten Magelang, di utara dan timur berada di kawasan Kabupaten Boyolali dan di Tenggara berada di Kabupaten Klaten.

Sebenarnya ada beberapa jalur pendakian untuk menuju puncak gunung ini, diantaranya adalah Selo, Babadan, Kinahrejo, Deles dan Cluntang. Namun pasca erupsi Jalur Deles, Jalur Babadan dan Jalur Kinahrejo telah ditutup karena berbahaya untuk dilewati. Jalur Selo merupakan yang paling direkomendasikan, sedangkan jalur Cluntang masih sangat minim informasi.

Untuk melakukan pendakian melalui Jalur Selo terlebih dahulu harus tiba di Desa Selo (1560 mdpl) yang terletak di pelana Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Desa ini, dapat ditempuh menggunakan bis jurusan Solo dan turun di terminal Boyolali. Dilanjutkan menggunakan bis kecil dari depan terminal menuju Pasar Cepogo, kemudian menggunakan bis lagi untuk tiba di Desa Selo. Jika anda memulai perjalanan dari Jogja, naik bis jurusan Magelang dan turun di Desa Blabak kemudian dilanjutkan dengan naik bis kecil menuju Selo.

Setibanya di Desa Selo, basecamp pendakian berada di Dusun Plalangan yang bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 15 menit melewati jalan beraspal. Sebelum mencapai basecamp, anda dapat melaporkan pendakian di sebuah pos kecil dan mengurus administrasinya. Setibanya di basecamp, sebaiknya anda mengisi persediaan air karena di perjalanan selanjutnya akan sulit ditemui sumber air hingga menuju puncak.

Wisata

Meskipun gunung merapi mengalami erupsi namun tetap saja gunung ini memiliki sisi keindahan yang masih banyak mengundang wisatawan untuk mengunjunginya. Salah satu aktivitas menarik yang bisa dilakukan adalah dengan mendakinya, menikmati keindahan alam dari puncaknya. Rute terpendek, aman dan paling populer dikalangan para pendaki adalah melalui Jalur Selo. Sedangkan dari jalur lainnya yaitu Cluntang, tergolong sulit karena minimnya informasi serta petunjuk arah yang membuat jalur ini jarang digunakan.

Untuk pendakian puncak melalui jalur Selo normalnya membutuhkan waktu tempuh sekitar 5-6 jam. Awal perjalanan dari basecamp anda masih akan melewati jalan beraspal untuk menuju Joglo dengan lama perjalanan sekitar 10 menit. Di Joglo terdapat tulisan besar seperti tulisan Hollywood yang terlihat dari jalan raya namun disini bertuliskan NEW SELO.

New SeloNew Selo (sumber)

Dari Joglo perjalanan dilanjutkan menuju Pos Tugu 1 yang ditandai dengan tugu setinggi 1,5 meter, melewati jalan setapak kecil dari dekat Joglo dengan jalur berkerikil dan berdebu. Di perjalanan terdapat banyak jalur yang bisa dilalui, semua jalur ini nantinya akan mengarah pada jalur yang sama.

Dari Pos Tugu 1 menuju Pos Tugu 2 dibutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan, melewati jalan yang cukup curam dengan banyak bebatuan besar. Pos Tugu 2 juga ditandai dengan adanya sebuah tugu dan dengan melanjutkan perjalanan lagi sekitar 1 jam, maka anda akan tiba di Pasar Bubrah yang berada di sebuah lembahan dimana dijumpai banyak bebatuan besar. Jalur lurus kedepan merupakan jalur ke Puncak Garuda, sedangkan ke kiri menuju Kawah Woro. Untuk mencapai Puncak Garuda diperlukan waktu 1 jam perjalanan dengan jalur bebatuan vulkanis yang rawan longsor serta sering muncul pula terpaan angin yang cukup kencang.

Pemandangan dari atas puncak sangatlah indah dan menakjubkan, dengan view kota Yogyakarta, Magelang, Boyolali serta kawasan pesisir Samudra Hindia. Tebing-tebing batu di atas puncak disertai dengan asap kawah yang masih aktif, tampak cukup menegangkan namun memberikan kesan tersendiri saat anda melihatnya secara langsung. Pemandangan lain yang akan terlihat sangat cantik adalah ketika datangnya waktu terbit dan terbenamnya matahari. Menyaksikan sang surya terbit serta tenggelam dari ketinggian ini tentunya merupakan nikmat tersendiri atas perjuangan anda selama perjalanan mencapai puncaknya.

kawahKawah (sumber)

View dari puncak MerapiView dari puncak Merapi (sumber)

Tips

  1. Sebaiknya persiapkan bekal minuman anda dari basecamp karena di perjalanan selanjutnya akan sulit ditemui sumber air lagi.

  2. Apabila merasa tersesat, anda dapat menghubungi tim SAR melalui HT di kanal 14.650.

  3. Berdoalah sebelum berangkat, jika keadaan tidak memungkinkan sebaiknya jangan dipaksakan untuk mendaki.

Rasa lelah yang anda rasakan selama mendaki dijamin akan terbayar dengan semua keindahan alam khas puncak gunung ini. Pendakian gunung memang memerlukan kesiapan yang matang, mulai dari fisik, mental, logistik maupun peralatan. Rencanakanlah pendakian anda dengan baik agar pendakian berjalan dengan lancar. Selamat mendaki!

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Halo gw Muhammad Benny Prakoso,gw salah satu peserta Trip Wisata Gunung Mt.Gede & Mt.Semeru.Wisata Gunung,kalo pendapat gw pribadi,buat kenyaman trip sih ok,cukup puas dan cukup terjamin.Karna prosedur yang tercantum di website dan saat di lapangan benar-benar di realisasikan.Untuk Crew nya ok semua,ga ada masalah,asik2 dan gokil2… Tapi ok kok buat semuanya,mudah2an gw bisa ikut trip Wisata Gunung Rinjani tahun baru. Sukses selalu buat Wisata Gunung…:) Dan terima kasih juga buat Wisata Gunung,karna dari trip ini gw mendampatkan bonus dari pendakian,yaitu CINTA….Ngahahahaha Makasih Makasih … :D  

Benny Prakoso<bennyprakoso@yahoo.com>

Benny Prakoso, Semeru Juli 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Connect With Us