Gunung Pangrango – Jawa Barat

Gunung Pangrango – Merupakan sebuah gunung dengan ketinggian sekitar 3019 meter diatas permukaan laut (mdpl) yang berdiri kokoh berdampingan dengan gunung Gede dalam lingkup kawasan Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP). Sama seperti gunung di sebelahnya, pangrango tak pernah sepi dari kunjungan pendaki. Terutama menjelang hari libur, dapat dipastikan pendaki yang datang akan semakin ramai.

Lokasi Dan Transportasi

Secara administratif gunung pangrango berada dalam tiga wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.

Terdapat tiga jalur pendakian resmi yang bisa dilalui untuk menuju puncak gunung dalam kawasan TNGP ini, yaitu jalur Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana. Namun untuk menuju puncak Pangrango, jalur yang lebih dekat adalah melalui Cibodas.

Tidaklah sulit mencari transportasi umum untuk bisa sampai di pintu masuk cibodas ini. Jika dari Jakarta, anda dapat menuju terminal kampung rambutan terlebih dahulu, kemudian dilanjut dengan naik bus jurusan Bandung/Tasik/Garut yang melewati jalan puncak dan turun di Cibodas. Perjalanan di dalam bus dapat memakan waktu sekitar dua jam dengan membayar ongkos sekitar 15.000*). Dari Cibodas kemudian dilanjutkan dengan naik angkot menuju pintu gerbang TNGP Cibodas, biasa ongkosnya sekitar Rp 5.000*) per orang.

Tiba di pintu gerbang TNGP, anda harus mengurus Simaksi terlebih dahulu dengan biaya Rp 7.000*) dan juga membayar uang restribusi sebesar Rp 3.000*).

Wisata

Pendakian menuju puncak pangrango melalui jalur cibodas dijamin tidak akan membuat bosan karena akan banyak pemandangan dan lokasi indah yang bisa anda nikmati di sepanjang jalurnya.

Awal pendakian dari Pintu masuk Cibodas, medan yang dilalui masih cukup landai. Sampai sekitar 1.5 Km berjalan anda akan tiba di sebuah tempat yang bernama telaga warna atau telaga biru yang memiliki luas sekitar lima hektar. Suasana di telaga ini cukup indah dan sangat menarik karena airnya yang berwarna biru saat disinari matahari. Hal ini dikarenakan pada dasar telaga terdapat banyak ganggang biru yang menyelimutinya.

Kemudian dari sini selanjutnya anda akan menyeberangi Rawa Gayongong dengan melintasi sebuah jembatan kayu sepanjang satu Kilometer. Sampai sekitar 20 menit perjalanan lagi maka tibalah anda di Pos 2 Panyangcangan yang merupakan pos pertigaan antara jalur pendakian dan jalur ke air terjun cibeureum. Jika anda ingin bermain ke air terjun terlebih dahulu, maka medan yang dilalui akan menuruni bukit. Suasana di air terjun cukup indah dan sejuk. Derasnya gemuruh air yang jatuh dari ketinggian 50 meter dengan pemandangan tumbuhan lumut merah, dijamin akan membuat anda betah berlama-lama disini.

air terjun CibeureumAir Terjun Cibeureum (sumber)

Melanjutkan perjalanan, dari air terjun anda harus kembali lagi ke pos pertigaan Panyangcangan untuk kemudian lanjut naik menuju Pos 3 Air Panas. Dari sini pendakian akan mulai melintasi medan yang menanjak dengan banyaknya akar pohon yang melintang di jalur. Pemandangan sepanjang jalur juga tak kalah indah, akan banyak flora dan fauna yang bisa anda saksikan. Seakan menjadi daya tarik yang dapat menghilangkan lelah. Di pos Air Panas terdapat sebuah air terjun yang bersuhu sekitar 50-70 derajat celcius. Harap berhati-hati saat melintasinya karena selain airnya yang cukup panas, medan yang dilalui juga cukup licin.

Dari Pos Air Panas selanjutnya pendakian akan menuju Pos 4 Kandang Batu sampai menuju pos terakhir yaitu Pos 5 Kandang Badak. Medan yang dilalui masih cukup terjal dengan jalur tanah dan akar-akar pohon yang melintang di jalur. Pemandangan sepanjang jalur ini juga tak kalah indahnya. Seperti saat mendekati Pos Kandang badak, anda dapat melihat pemandangan air terjun dengan suara airnya yang menderu.

Tiba di Pos Kandang Badak terdapat banyak lahan datar yang biasa digunakan pendaki untuk bermalam dan mendirikan tenda. Lanjut berjalan sekitar 10 menit dari sini anda akan menemui persimpangan jalur yang masing-masing akan mengarah ke puncak gunung gede dan gunung pangrango. Terdapat plang petunjuk arah di persimpangan ini, jadi anda tidak perlu bingung mencari jalur ke puncak gunung pangrango.

Perjalanan menuju puncak pangrango dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam dengan melintasi medan yang menanjak terjal dan vegetasi hutan yang masih rapat. Puncak pangrango ditandai dengan adanya sebuah tugu triangulasi dengan lahan yang tidak begitu luas dan masih ditutupi banyak pepohonan, jadi tidak banyak pemandangan yang bisa di lihat.

view gunung gede sebelum puncak pangrangoview gunung gede sebelum puncak pangrango (sumber)

Puncak PangrangoPuncak Pangrango (sumber)

Dari puncak ini kemudian anda dapat turun menuju lokasi yang lebih terbuka dengan hamparan bunga edelweiss yang menghiasinya. Lokasi inilah yang bernama Lembah Mandalawangi, surganya gunung pangrango. Perjalanan dari puncak pangrango menuju lembah mandalawangi dapat di tempuh hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Pemandangan di lembah ini sangat luar biasa indahnya. Selain keindahan panorama alam bunga edelweissnya, dari sini pula tampak terlihat pemandangan gunung salak dan gunung halimun yang berdiri dengan kokohnya. Dengan suguhan suasananya yang tenang dan asri pula, menjadikan lembah mandalawangi sebagai tempat yang akan selalu dirindukan setiap pendaki.

Lembah MandalawangiLembah Mandalawangi (sumber)

Tips

  1. Sebelum berangkat sebaiknya carilah info terbaru mengenai pendakian gunung dalam kawasan TNGP ini.

  2. Tidak ada salahnya membeli bekal nasi bungkus sebelum tiba di pintu masuk pendakian. Hal ini berguna untuk menghemat waktu anda jika merasa lapar saat di jalur pendakian.

  3. Sempatkan diri anda untuk berkunjung ke pasar wisata cibodas. Disana banyak terdapat penjual souvenir dan oleh-oleh lainnya yang bisa anda beli dengan harga yang cukup terjangkau.

Berlibur di kawasan TNGP dapat menjadi alternatif bagi anda yang tidak memiliki waktu panjang. Baik untuk mendaki gunung ataupun hanya bermain di lerengnya, kawasan ini tetap memberikan suguhan pemandangan alam yang sangat menjanjikan. Selamat berlibur!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Semeru Mei 2014

Semeru Mei 2014

Semangat !!! Itulah kata-kata yang selalu menjadi penyemangat kami saat menapaki pasir-pasir Mahameru, mas Ase yang menjadi pemandu kami tidak kenal lelah memberikan yang terbaik untuk kami, semangat dan manajeman lapangan yang sangat baik. Wisata Gunung Jaya Selalu !! Semangat !!  
Chevron Balikpapan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us