Gunung Papandayan – Jawa Barat

Gunung Papandayan – Jika anda ingin mendaki gunung tanpa harus menguras tenaga berlebih atau mungkin baru pertama kali mendaki, maka gunung papandayan bisa menjadi referensinya. Gunung api yang memiliki ketinggian sekitar 2622 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini merupakan gunung favorit bagi kalangan wisatawan karena pemandangannya yang luar biasa. Tanpa harus bersusah mendaki, anda dapat menikmati panorama beberapa kawahnya yang tampak menakjubkan dengan uap belerang yang keluar dari dalamnya. Pesonanya akan semakin menarik saat anda mendaki lebih ke atasnya lagi, dimana terdapat lokasi hutan mati dan lahan seluas 35 hektar dengan hamparan bunga edelweiss yang menghiasinya.

Lokasi Dan Transportasi

Gunung Papandayan termasuk dalam wilayah Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berada sekitar 70 Km dari sebelah tenggara Kota Bandung atau sekitar 29 Km sebelah Selatan Kabupaten Garut.

Untuk menuju kesini anda bisa menggunakan transportasi umum yang menuju terminal Garut. Dari terminal garut kemudian naik angkot jurusan Cikajang dan turun di pertigaan Cisurupan. Ongkosnya sekitar Rp 10.000*) yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Kemudian dari sini anda dapat naik ojek menuju parkiran pos pendakian atau biasa disebut Camp David yang jaraknya sekitar 10 Km lagi. Ongkosnya sekitar Rp 20.000*). Setibanya di Camp David, anda dapat mendaftar pendakian dan membayar uang dengan sukarela, biasanya cukup dengan membayar Rp 2.500*) per orang.

Wisata

Gunung Papandayan merupakan sebuah Taman Wisata Alam yang sering dikunjungi oleh semua kalangan umur, mulai dari anak kecil hingga yang lanjut usia. Biasanya mereka yang datang hanya untuk menikmati pemandangan kawah yang jaraknya cukup dekat dari parkiran, yaitu hanya berjarak sekitar 200 meter atau memakan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Bagi anda yang ingin melakukan pendakian, awal perjalanan dari parkiran adalah menuju kawah dengan medan bebatuan yang masih tergolong landai. Pemandangan di kawah ini sangat menarik untuk dinikmati dalam waktu lama. Terdapat beberapa kawah yang terkenal seperti kawah mas, kawah baru, kawah nangklak dan kawah manuk atau yang biasa warga lokal sebut kawah Drajat karena kemiripannya yang masing-masing menyemburkan uap belerangnya. Terdapat pula danau vulkanik yang bisa anda tempuh dengan menyeberangi sungai belerang di sisi kiri tebingnya.

KawahKawah (sumber)

Jika hendak melanjutkan perjalanan, setelah melewati kawah anda dapat mengambil jalur ke kanan dengan menyusuri sungai. Ikuti terus jalur yang cukup lebar ini, sampai sekitar satu jam perjalanan maka anda akan tiba di Lawang Angin.

Terdapat persimpangan jalan di lawang angin ini, dimana jika ke kiri akan menuju Pondok Salada, jika lurus akan turun menuju Pangalengan dan ke kanan menuju Pondok Guberhut. Anda dapat mengambil jalur ke kiri menuju Pondok Salada yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit atau jika ingin bermalam untuk menunggu sunrise, anda dapat ke kanan menuju Pondok Guberhut yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar lima menit.

Lokasi favorit yang biasa digunakan pendaki untuk bermalam sebelum menuju puncak adalah di Pondok Salada karena lokasinya yang landai dan cukup luas untuk mendirikan tenda. Selain itu pula terdapat aliran air yang bisa digunakan, walaupun airnya berbau belerang namun masih layak untuk di konsumsi. Dari Lawang Angin perjalanan menuju Pondok Salada akan melintasi hutan dengan medan yang mulai menanjak. Sampai menjelang Pondok Salada barulah medan akan kembali landai.

Pondok SaladaPondok Salada Dari Ketinggian (sumber)

Dari Pondok Salada kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Tegal alun. Terdapat dua jalur yang bisa dilalui, yaitu sebelah selatan melalui hutan mati dengan medan yang cukup landai atau melalui punggungan barat dengan medan yang terjal dan berbatu. Jalur yang aman dan nyaman yaitu melalui hutan mati. Dari Pondok Salada perjalanan akan menyeberangi sungai dengan melintasi jalur yang cukup jelas. Sampai sekitar 20 menit berjalan maka tibalah anda di kawasan terbuka yaitu hutan mati yang ditandai dengan banyaknya pohon mati berwarna hitam gosong dengan tanah kapur berbatu yang berwarna putih.

Hutan MatiKawasan Hutan Mati (sumber)

Dari hutan mati ini kemudian perjalanan akan kembali memasuki hutan rimbun yang dipenuhi tumbuhan cantigi dengan medan yang mulai terjal. Sampai sekitar 100 meter melintasi tanjakan terjal ini barulah medan kembali landai. Terus berjalan melintasi hutan cantigi maka anda pun akan tiba di Tegal Alun pada ketinggian 2500 mdpl yang ditandai dengan lahan datar yang sangat luas dengan hamparan bunga edelweissnya.

Tegal AlunTegal Alun (sumber)

Biasanya pendakian akan berakhir di tegal alun tanpa dilanjutkan menuju puncak karena lokasi puncak papandayan hanya berupa hutan dan tidak ada pemandangan luas yang bisa di lihat. Namun jika anda hendak menuju puncak, ikuti saja jalan setapak yang mulai tertutup semak karena memang jarang dilewati pendaki. Dengan berjalan sekitar 30 menit melintasi punggungan, menembus hutan lebat dan pepohonan cantigi maka tibalah anda di puncak papandayan.

Tips

  1. Jika ingin menambah perbekalan logistik, sebaiknya anda membelinya di Cisurupan karena harganya lebih murah dibanding jika anda membelinya di sekitar parkiran pos pendakian.

  2. Bawalah masker untuk melindungi anda dari bau belerang yang akan sering tercium saat di jalur pendakian.

Mendaki gunung papandayan dapat menjadi alternatif bagi anda yang memiliki sedikit waktu untuk berlibur. Selain jalurnya yang cukup landai, pemandangan yang disuguhkan gunung ini pun tak kalah indahnya dengan gunung-gunung di tempat lain. Selamat berlibur!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

temen temen, pendakian sumeru kemarin membuat gw mengerti apa artinya perjalanan. arti persahabatan dan karakter setiap orang2. disini gw paling lemah, tp dari kelemahan gw kemaren, gw jadi melihat & terbuka, gimana gw bisa lbih baik lagi  thanks ya mas ase, mas widi, mas ari & mas rizky, sikap kalian mengajarkan gw untuk lebih bisa mempunyai karakter care terhadap sesama,  thanks buat temen temen semua, kak itha, nofee, mas derry, iwan, benny (dimasa masa perjalanan terakhir, thanks ya ben buat ceritanya, keren…), mas widi, dennis, thank for all.. God bless u pokknya keren banget buat perjalanannya…. topppppppppp abisssssssss, pengalaman yang paling keen seumur hidup gw, & gw ga bs ngomong apa apa selain kerenn bangetttt uuummmuuaaachhhhhh
Ana, Semeru Juni 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us