Gunung Rajabasa – Lampung

Gunung Rajabasa – Merupakan gunung berapi kerucut vulkanik dengan ketinggian yang mencapai sekitar 1.281 meter diatas permukaan laut (mdpl).  Memiliki puncak kawah dengan luasnya yang mencapai 500 x 700 meter. Yang unik dari gunung ini adalah lokasinya yang berada tidak jauh dari pantai sehingga walaupun gunung ini tidak begitu tinggi namun pemandangan laut akan sangat jelas terlihat dari atas puncaknya.

Gn.RajabasaGn.Rajabasa

Lokasi Dan Transportasi

Secara administratif gunung rajabasa termasuk dalam wilayah Kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Sekitar 5 Km dari Selatan Kota Kalianda.

Untuk menempuh desa terdekatnya yaitu desa Sumur Kumbang, dapat dengan menyewa angkot baik dari Bandar Lampung ataupun dari Pelabuhan Bakauheni. Rata-rata dari kedua titik keberangkatan ini memakan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan. Biasanya harga sewa berkisar antara Rp 100.000*) Rp 200.000*)  tergantung tawar-menawar anda dengan sopirnya.

Wisata

Desa Sumur Kumbang merupakan desa terdekat yang bisa dicapai sebelum memulai pendakian. Jarak dari desa ini untuk mencapai puncak rajabasa hanya sekitar 6 Km lagi dan di desa ini pula anda dapat mencari guide yang bisa mengantarkan anda menuju puncak gunung rajabasa.

Dari desa ini pendakian normal menuju puncak rajabasa rata-rata dapat ditempuh dalam waktu sekitar tujuh jam perjalanan lagi dengan melewati lima buah pos. Awal pendakian dari Desa sumur kumbang, anda akan melintasi perkebunan kopi dan cokelat milik penduduk setempat. Medan yang dilalui pun sudah cukup menanjak dengan beberapa lokasi datar yang bisa dianggap sebagai bonusnya.

Sampai sekitar dua jam pendakian maka tibalah anda di lokasi datar yang diberi nama Pos 1. Lokasi lahannya tidak begitu luas, mungkin hanya cukup untuk mendirikan empat buah tenda dome. Terdapat sumber air bersih yang bisa anda gunakan disini dimana merupakan sumber air terakhir. Untuk itu sebaiknya anda membawa cukup air dari sini sebelum melanjutkan pendakian menuju puncak.

Dari Pos 1 pendakian selanjutnya adalah menuju Pos 2. Medan yang dilalui akan terus menanjak, melintasi dinding tebing dengan jurang di sisinya. Dalam perjalanan ini anda masih menemukan ladang kopi dan cengkeh milik penduduk setempat. Sampai di pertengahan jalan barulah anda akan tiba di Gerbang Rimba yang merupakan batas antara ladang penduduk dan hutan rimba. Pemandangan selama perjalanan menuju pos 2 cukuplah indah, dimana anda dapat menyaksikan panorama alam garis pantai dengan sangat jelas.

View pantaiView Pantai (sumber)

Dari pos 2 selanjutnya pendakian akan terus menuju pos 3 dan pos 4, dimana pada masing-masing pos ini ditandai dengan adanya lahan datar dengan pepohonan besar di sekelilingnya. Medan yang dilalui masih akan terus menanjak dengan vegetasi yang berupa hutan lebat. Binatang pacet banyak tersebar disini, jadi harap perhatikan kondisi tubuh anda.

Dari Pos 4 selanjutnya pendakian akan menuju Pos 5. Sepanjang perjalanan ini vegetasi sudah cukup terbuka. Pemandangan yang bisa anda nikmati pun akan lebih indah. Pada sisi kiri anda akan menemukan sebuah kawah yang cukup besar membentuk sebuah cekungan. Kawah ini tidak mengeluarkan asap dan ditumbuhi pepohonan homogen dengan ukuran yang sama rata. Terdapat sebuah cerita unik pada daerah kawah ini, dimana menurut ceritanya terdapat sebuah batu yang bernama batu pancukupan/batu cukup. Konon batu ini dapat menampung berapapun jumlah orang yang menaikkinya, oleh karena itu batu ini disebut batu cukup. Pada kawasan kawah ini, terutama di daerah batu cukup, dipercaya sebagai pusat mistis gunung rajabasa. Oleh karena itu biasanya mereka yang mempunyai maksud tertentu dalam pendakian ke gunung rajabasa akan menginap di kawasan kawah ini.

KawahKawah (sumber)

Pos 5 sendiri berada hanya beberapa meter sebelum puncak dan di pos inilah biasanya pendaki akan bermalam jika lahan di puncak sudah ada yang menempati. Hal ini dikarenakan lahan datar di puncak tidak terlalu luas, hanya cukup untuk mendirikan sekitar tiga buah tenda.

Untuk berjalan menuju puncak dapat ditempuh dalam beberapa menit saja tanpa harus membawa ransel yang berat karena bisa ditinggal di pos 5. Pemandangan dari atas puncak rajabasa tak kalah indahnya dengan gunung-gunung lain. Dari sini anda dapat menyaksikan panorama laut dan hijaunya hutan rimba di sekitar. Sepertinya akan membuat anda betah untuk berlama-lama menikmatinya, rasa capek dan penat yang dirasakan selama pendakian dijamin akan terbayar dengan suguhan yang diberikanNYA.

Tips

  1. Mendakilah dengan orang yang hapal gunung rajabasa ini atau minimal dengan orang yang berpengalaman mendaki gunung.

  2. Bawalah air yang cukup dari bawah karena sepanjang pendakian tidak ada lagi sumber air yang bisa ditemukan.

  3. Waspada binatang pacet dan nyamuk yang banyak tersebar di setiap jalur pendakian, terutama saat musim penghujan.

  4. Hormatilah adat-istiadat yang berlaku di daerah setempat dan berhati-hatilah saat melangkah karena jalur yang tergolong licin.

  5. Jangan malu untuk bertanya jalur kepada penduduk setempat yang anda temui. Informasi dari mereka akan sangat membantu bagi anda untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

  6. Datanglah saat bulan januari karena pada saat itu sedang musim buah duren yang bisa anda beli dengan harga murah atau bahkan gratis!

 

Gunung Rajabasa memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa cantiknya. Jika anda memiliki hobi yang menantang, sepertinya gunung yang satu ini patut untuk di coba. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Hallo mas wid.. udah gw tahan” mau ngeluarin semua cerita.. hahaha #lebay Kalo dari gw : Untuk team WG kece” ada beberapa temen cerita, ada EO yg bukan menyemangati peserta tp malah menjatuhkan saat proses pendakian (ga sebut merek) 😀 tp yg gw rasain di WG kemarin luar biasa menyemangati dan kasih motovasi. Gw banyak belajar dari pendakian kemarin, persahabatan : ketika banyak mendapatkan teman baru dan sampai skrng gw ngerasa kaya punya keluarga yg baru haha, kesetiaan, cinta, dan yang paling terutama adalah mengalahkan “Ego” di dalam diri sendiri. “Puncak dari sebuah gunung adalah Bonus, tapi yang paling penting adalah “Puncak Diri Sendiri”.” Siap untuk pendakian berikutnya.. 😀 Sukses terus buat WG dan terus sama” mencintai alam kita Indonesia. Thank You Rasel & Ellen

Rasel Artdian<rachelartdian@gmail.com>

Rasel & Ellen, Semeru Edisi Lebaran 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us