Gunung Salak – Jawa Barat

Gunung Salak – Mungkin namanya mirip dengan nama buah salak ? namun bukan itu maksudnya. Nama Salak ini berasal dari bahasa sanskerta yaitu SALAKA yang artinya PERAK. Gunung api yang bertipe strato tipe A ini memiliki beberapa puncak, yaitu Puncak 1 pada ketinggian 2211 mdpl, puncak 2 pada ketinggian 2180 mdpl dan puncak sumbul pada ketinggian 1926 mdpl. Walaupun masih tergolong gunung yang rendah namun gunung ini cukup sulit untuk didaki karena jalurnya yang cukup curam. Untuk itu setiap pendaki yang datang ke gunung salak biasanya sudah mempersiapkan semuanya, baik fisik, mental maupun peralatan pendakian.

Lokasi Dan Transportasi

Saat ini kawasan gunung salak termasuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak yang secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Untuk melakukan pendakian ke gunung salak dapat melalui beberapa jalur resmi yang sudah ada. Yaitu jalur Wana Wisata Cangkuang/Cidahu, jalur Wana Wisata Curug Pilung, jalur Desa Girijaya, Jalur Desa Kutajaya / Cimelati dan jalur Pasir Rengit. Dari beberapa jalur pendakian ini, yang lebih umum dan sering dilalui pendaki adalah melalui jalur Wana Wisata Cangkuang/Cidahu.

Peta Jalur Pendakian Gunung SalakPeta Jalur Pendakian Gunung Salak (sumber)

Untuk menuju pos pendaftaran pendakian cidahu salah satunya dapat di tempuh dari terminal kampung rambutan jurusan ke Sukabumi dan berhenti di pertigaan cidahu. Ongkosnya sekitar Rp 10.000*). Dari pertigaan cidahu anda dapat menyewa angkot untuk menuju pos cidahu, ongkosnya tergantung dari tawar-menawar anda, biasanya berkisar antara Rp 50.000*) Rp 70.000*).

Di pos pendaftaran anda diharuskan mengisi formulir pendaftaran dengan membayar Rp 12.500*)/orang dan biaya materai Rp 6.000*).

Wisata

Setiap jalur pendakian memiliki tujuan dan karakteristiknya masing-masing. Seperti misalnya jalur Wana Wisata Curug Pilung yang terkenal dengan mistiknya karena merupakan jalur ziarah dan jalur Pasir Rengit terkenal dengan banyaknya air terjun. Sedangkan jalur wana wisata cangkuang/cidahu merupakan lokasi perkemahan dan juga jalur umum untuk menuju kawah ratu dan puncak salak 1. Dari sini menuju kawah ratu dapat di tempuh dalam waktu sekitar lima jam dan untuk menuju puncak salak 1 membutuhkan waktu sekitar delapan jam lagi.

Di depan jalur Wana Wisata Cangkuang/Cidahu banyak terdapat warung penjual makanan dan minuman yang bisa anda beli dengan harga cukup terjangkau. Dari sini selanjutnya pendakian anda menuju shelter I yang dapat di tempuh dalam waktu sekitar satu jam. Medan yang dilalui cukup curam dengan jalan yang sudah tersusun bebatuan. Vegetasinya berupa pepohonan besar yang termasuk dalam kawasan hutan tropis.

Dari sini selanjutnya pendakian menuju ke shelter II yang dapat di tempuh dalam waktu satu jam lagi. Medan yang dilalui berupa daerah lembab dan basah yang jika saat musim penghujan akan banyak dihuni binatang pacetnya. Di shelter II ini terdapat lahan yang cukup luas untuk mendirikan tenda dan juga sungai kecil yang akan mengering saat musim kemarau.

Selanjutnya pendakian menuju shelter III, dapat di tempuh dalam waktu satu jam. Medan yang dilalui berupa tanah berlumpur yang cukup curam dan juga banyak akar pepohonan. Jika musim penghujan juga jalur ini akan banyak binatang pacetnya. Di shelter III ini pula terdapat lahan yang cukup luas untuk mendirikan tenda dan juga sumber air berupa sungai kecil.

Satu jam dari sini selanjutnya pendakian akan tiba shelter IV. Medan yang dilalui masih sama yaitu berupa jalan tanah berlumpur dan banyak binatang pacet. Terdapat sumber air berupa sungai yang bisa anda konsumsi dan juga lahan yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Di shelter IV ini pula terdapat persimpangan jalan menuju kawah ratu yang dapat di tempuh sekitar satu jam perjalanan lagi dengan melewati jalur sebelah kiri. Disana terdapat tiga buah kawah yang masih aktif yaitu kawah ratu yang merupakan kawah terbesar, kawah cikuluwung putri/kawah paeh dan kawah hurip.

Kawah Ratu SalakKawah Ratu Salak (sumber)

Sedangkan jalur sebelah kanan adalah menuju puncak gunung salak. Jika anda meneruskan berjalan ke sebelah kanan, maka anda akan bertemu dengan persimpangan yang merupakan jalur lama. Ambil jalan ke kiri untuk menuju puncak. Medan yang dilalui cukup landai dan berlumpur saat musim penghujan. Binatang pacet pun masih akan ditemui. Vegetasinya masih berupa hutan lebat dengan pepohonan pandan berduri tajam. Sampai sekitar satu jam berjalan anda akan tiba di shelter III jalur lama.

Dari sini selanjutnya menuju shelter IV jalur lama, dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam lagi. Medan yang dilalui cukup sempit dengan jurang di sisi kiri dan kanannya dan juga banyak terdapat akar pohon yang melintang di jalur.

Selanjutnya pendakian menuju shelter V yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Medan yang dilalui akan naik turun melintasi punggungan gunung dan pada salah satu lokasinya anda diharuskan memanjat tebing yang cukup curam. Di shelter V pula terdapat lahan yang cukup luas untuk mendirikan tenda.

Dari sini selanjutnya pendakian akan menuju shelter VI yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam dengan medan yang dilalui masih berupa jalan sempit yang cukup curam.

Tiba di shelter VI selanjutnya pendakian akan menuju shelter VII dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Medannya berupa akar pepohonan yang akan semakin sulit dengan tanjakan-tanjakan curam yang harus dilalui. Di lokasi shelter VII terdapat persimpangan jalan yang merupakan pertemuan dengan jalur desa girijaya.

Selanjutnya dari sini pendakian selanjutnya akan menuju puncak gunung salak 1 yang dapat di tempuh dalam waktu sekitar 30 menit lagi. Medan yang dilalui sudah cukup landai dengan akar pepohonan dan tanah yang berbatu-batu. Puncak gunung salak 1 ditandai dengan pepohonan besar dan lahan yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Terdapat pula sebuah pondok dan beberapa makam tua yang salah satunya dikenal sebagai makam mbah gunung salak.

Puncak salak 1Puncak salak 1 (sumber)

View Puncak salak 1View Puncak salak 1 (sumber)

Tips

  1. Pendakian sebaiknya dilakukan saat musim kemarau karena jika pada musim penghujan jalur yang dilalui biasanya akan berlumpur dan tertutup alang-alang. Selain itu pula binatang pacet akan banyak saat musim penghujan.

  2. Lakukanlah pendakian saat siang hari agar lebih aman, mengingat jalurnya yang sempit dan cukup curam.

  3. Melaporlah kepada petugas setempat sebelum melakukan pendakian dan mendakilah pada jalur resmi yang sudah ditentukan.

  4. Berdoalah sebelum memulai pendakian dan hentikan pendakian jika cuaca buruk.

Mendaki Gunung Salak perlu kesiapan fisik dan mental yang cukup kuat karena walaupun gunung ini tergolong rendah namun jalur yang akan dilalui cukup curam yang sering menghabiskan tenaga. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Halo gw Muhammad Benny Prakoso,gw salah satu peserta Trip Wisata Gunung Mt.Gede & Mt.Semeru.Wisata Gunung,kalo pendapat gw pribadi,buat kenyaman trip sih ok,cukup puas dan cukup terjamin.Karna prosedur yang tercantum di website dan saat di lapangan benar-benar di realisasikan.Untuk Crew nya ok semua,ga ada masalah,asik2 dan gokil2… Tapi ok kok buat semuanya,mudah2an gw bisa ikut trip Wisata Gunung Rinjani tahun baru. Sukses selalu buat Wisata Gunung…:) Dan terima kasih juga buat Wisata Gunung,karna dari trip ini gw mendampatkan bonus dari pendakian,yaitu CINTA….Ngahahahaha Makasih Makasih … 😀  

Benny Prakoso<bennyprakoso@yahoo.com>

Benny Prakoso, Semeru Juli 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us