Gunung Sangiang – Nusa Tenggara Barat

Gunung Sangiang – Merupakan gunung berapi aktif bertipe strato yang termasuk dalam kawasan konservasi. Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 1986 mdpl ini memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan di atas puncaknya. Tidak hanya itu, pendaki juga dapat bersantai atau sekedar camping di kaki gunung yang juga tak kalah indah dengan pesona pemandangan laut dan pantainya.

Lokasi dan Transportasi

Gunung Sangiang berada di sebelah timur laut pulau Sumbawa yang terpisah membentuk pulaunya sendiri bernama pulau sangiang. Secara administratif berada dalam wilayah Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Berbatasan langsung dengan laut sape di sebelah timurnya sedangkan sebelah barat berbatasan langsung dengan kabupaten dompu. Sebelah utara berbatasan dengan laut flores dan sebelah selatannya berbatasan dengan laut Indonesia.

Untuk menuju ke titik start pendakiannya, anda dapat menempuhnya mulai dari Ibu Kota NTB yaitu Kota Mataram. Dari sini anda dapat naik bus untuk menyeberang ke Pulau Sumbawa sampai menuju Kabupaten Bima yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 12 jam dengan ongkosnya sekitar Rp 160.000*).

Dari Kabupaten Bima kemudian perjalanan dilanjutkan dengan angkutan umum lainnya menuju Kecamatan Wera yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Dari sini kemudian perjalanan dilanjutkan menuju desa sangiang api / sangiang darat yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Dari desa sangiang api perjalanan anda selanjutnya akan mulai menyeberang menuju pelabuhan sori fanda di pulau sangiang yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam.

Wisata

View Puncak Gn. SangiangPuncak Gn. Sangiang (sumber)

Titik awal pendakian menuju puncak gunung sangiang tidak jauh dari bibir pantai. Anda dapat bermalam di bibir pantai ini jika kondisi belum memungkinkan. Terdapat sumber air yang bisa anda gunakan di dekat pantai dimana airnya masih terasa payau. Sebaiknya sebelum memulai pendakian anda menyiapkan bekal air minum dari bawah sini karena di perjalanan selanjutnya sumber air terakhir hanya bisa di peroleh di pos tiga. Itu pun hanya ada jika musim penghujan saja.

Dari titik awal pendakian, perjalanan menuju pos 1 dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Medan yang dilalui akan mulai menanjak dengan vegetasi tumbuhan rendah sehingga akan terasa panas jika pendakian dilakukan saat siang hari. Pos 1 ditandai dengan adanya sebuah tebing dengan kemiringan mencapai 90 derajat. Disini anda dapat memperoleh sumber air dengan menggali tanah di lokasi resapan airnya.

Pos 1Pos 1 (sumber)

Melanjutkan pendakian, selanjutnya anda akan menuju Pos 2 yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Medan yang dilalui akan lebih menanjak dengan vegetasi berupa pepohonan tinggi. Dari Pos 2 selanjutnya pendakian akan menuju Pos 3 yang berjarak sekitar 300 meter lagi dengan medan yang dilalui masih sama seperti sebelumnya. Vegetasinya berupa tumbuhan ilalang yang tingginya mencapai dua meter. Terkadang ilalang ini akan menutupi jalur, sehingga anda harus membuka jalur dengan menyingkirkan ilalang tersebut.

Jalur IlalangJalur Ilalang (sumber)

Dari Pos 3 kemudian pendakian dilanjutkan menuju Pos 4 yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Medan yang dilalui akan lebih menantang yaitu melintasi cerukan diantara dua tebing berpasir yang bercampur kerikil. Sebaiknya selalu perhatikan kondisi sekitar tebing karena kerikil dari atas sering kali longsor ke jalur yang bisa saja menimpa pendaki.

Melintas CerukanMelintasi Cerukan (sumber)

Tiba di pos 4 anda dapat mendirikan tenda dan bermalam. Biasanya pendakian menuju puncak sangiang dilakukan saat dini hari untuk mengejar sunrise yang sangat indah saat dilihat dari atas puncaknya.

Perjalanan dari Pos 4 menuju puncak dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam lagi. Medan yang dilalui berupa perbukitan sampai akhirnya melintasi jalur bebatuan dengan kemiringan sekitar 45 derajat yang sudah tidak ada vegetasinya lagi. Harap berhati-hati saat melintasi jalur ini karena rawan longsor.

Sampai sekitar 1,5 jam pendakian tibalah anda di sebuah punggungan sangiang. Pemandangan dari sini sudah cukup terbuka luas dimana akan terlihat kawah aktif sangiang yang tampak mengagumkan.

Dari punggungan ini jalur menuju puncak hanya berjarak sekitar 200 meter lagi. Medan yang dilalui akan turun terlebih dahulu melintasi kawah mati dari sebelah timurnya, kemudian akan kembali menanjak dengan naik tebing berbatu dan di atas tebing inilah puncak tertinggi sangiang berada.

Puncak Gunung SangiangPuncak Gunung Sangiang (sumber)

Puncaknya tidak begitu luas, hanya ditandai dengan adanya batu besar runcing dengan tinggi sekitar tiga meter. Pemandangan dari atas puncak ini sangat luar biasa indahnya. Panorama kawah gunung sangiang akan lebih terlihat dengan jelas, selain itu pula pemandangan pulau Sumbawa dan birunya laut yang mengelilinginya tampak sangat menyejukkan saat mata memandangnya.

View dari puncakView dari puncak (sumber)

Tips

  1. Berhati-hatilah saat dalam penyeberangan menuju pulau sangiang. Mengingat jalur lautnya merupakan daerah pertemuan dua arus yang menghasilkan gelombang cukup besar.

  2. Persiapkan peralatan standar pendakian anda. Terutama sekali jangan lupa membawa senter untuk perjalanan malam dan gaiter untuk mencegah kerikil masuk ke dalam sepatu.

  3. Sebaiknya jangan beristirahat di jalur tebing karena lebih berbahaya. Carilah lokasi yang lapang dan aman seperti di daerah Pos/shelter.

  4. Berhati-hatilah saat berada di puncak, mengingat lokasinya yang tidak begitu luas dengan tebing jurang di sisinya. Sebaiknya anda tidak terlalu lama berada di puncaknya.

Pulau sangiang sepertinya lokasi yang cocok untuk mengisi liburan anda. Selain dapat mendaki menuju puncak gunungnya, anda juga dapat bersantai di pantainya untuk sekedar piknik ataupun melepas lelah sehabis mendaki. Lokasi yang jarang ditemui di gunung-gunung Indonesia. Selamat berlibur!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Gatra Terimakasih kepada pemandu kami Alif, Bayu dan Alif yang telah memandu Tim Gapura dengan sabar dan penuh perhatian. Terutama Bayu dan Alif yang melakukan rollover, pada hari pertama di pos Panca Weuleuh. Mereka membantu membawakan tas punggungnya Lila dan Tika yang sudah kepayahan berjalan. Juga Dana yang dengan sabar menemani dan membantu mengambil foto anggota tim ketika di puncak. Juga kepada pak Aham, Heri dan 2 orang porter yang saya lupa namanya, yang telah membantu tim mendirikan dan menyiapkan tenda di Kandang Badak. Menyiapkan teh dan kopi panas manis yang terasa sangat nikmat di pos Kandang Badak yang dingin. Juga menyiapkan makanan, yang membuat tim kembali mempunyai kekuatan untuk meneruskan pendakian ke puncak Gunung Gede dan juga menuruni trek ke pos Cibodas.

Secara umum, Tim Wisata Gunung telah bekerja dengan baik. Mudah-mudahan saran dari kami akan dapat meningkatkan kualitas dan kepercayaan pelanggan Wisata Gunung. Sekali lagi terimakasih dan sampai jumpa pada…

PT. Gapura Angkasa, Gede 23-25 Mei 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us