Gunung Singgalang – Sumatera Barat

Gunung Singgalang – Memiliki ketinggian sekitar 2877 mdpl dengan jenis gunung vulkanis yang sudah tidak aktif lagi. Gunung ini berjenis hutan gunung yang lembab dan banyak menyimpan kandungan air. Pada ketinggian sekitar 2765 mdpl terdapat dua buah telaga dengan luas sekitar satu hektar yang merupakan bekas kawah mati. Telaga ini diberi nama telaga dewi dan telaga kumbang. Pemandangan indah inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari gunung singgalang yang selalu menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya.

Lokasi dan Transportasi

Secara administratif gunung singgalang termasuk dalam wilayah Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Untuk menuju puncak gunung ini dapat di tempuh melalui beberapa jalur pendakian, diantaranya jalur Koto Baru, jalur Balingka dan jalur Toboh. Namun dari ketiga jalur ini, yang paling umum dan sering digunakan adalah jalur Koto Baru.

Tidaklah sulit untuk mencari transportasi menuju jalur pendakian koto baru karena posisinya yang berada diantara kota wisata Bukittinggi dan Padang panjang. Jika dari kota padang anda dapat menggunakan bus atau travel jurusan bukittinggi. Ongkosnya berkisar antara Rp 15.000*) – Rp 35.000*) dengan waktu tempuh perjalanan sekitar dua jam. Jika dari bukittinggi, anda dapat naik bus jurusan bukittinggi-padang panjang. Ongkosnya sekitar Rp 10.000*) dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Dari kedua lokasi keberangkatan tersebut, anda dapat turun di koto baru dan melanjutkan perjalanan kembali menuju desa pandai sikek. Anda dapat naik angkutan desa (angdes) dengan ongkos sekitar Rp 3.000*) atau dapat pula dengan menyewanya dengan ongkos sewa sekitar Rp 50.000*) untuk diantar sampai ke stasiun pemancar televisi.

Wisata

Dalam perjalanan melewati desa (nagari) pandai sikek anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang asri dan sejuk. Desa ini merupakan desa wisata alam dan kerajinan, disini anda dapat membeli beberapa souvenir untuk oleh-oleh nantinya. Anda juga dapat melihat ladang tebu milik penduduk setempat dengan sebuah bangunan sederhana di tengahnya yang merupakan tempat petani membuat gula saka (gula merah). Proses pembuatan gula ini masih sangat sederhana yaitu dengan menggunakan tenaga kerbau untuk menggiling tebu.

Simpang Nagari Pandai SikekSimpang Nagari Pandai Sikek

Petani Gula TradisionalPetani Gula Tradisional

Tiba di stasiun pemancar televisi anda akan melihat pemandangan lebih luas lagi. Tampak panorama alam gunung marapi sangat jelas terlihat dari sini. Tentunya akan membuat takjub saat mata memandang. Disini pula titik awal pendakian anda yang bisa pula anda gunakan sebagai tempat beristirahat. Untuk mendaki gunung ini tidak dipungut biaya, hanya saja harus meminta izin pendakian kepada petugas setempat terlebih dahulu. Di titik ini tersedia sumber air yang bisa digunakan, jika dibutuhkan anda bisa menggunakannya untuk bekal di pendakian nantinya.

Pendakian ke gunung singgalang dapat memakan waktu tempuh sekitar enam jam dengan melintasi jalur pendakian yang cukup jelas. Kondisi medannya dari awal pendakian sampai menuju cadas berupa semak belukar dengan hutan primer dan sekunder. Di tengah perjalanan anda akan menemui sumber air yang diberi nama Mata Air I. Disini terdapat sungai kecil yang bisa anda temukan setelah menuruni bukit.

Setelah menempuh lima jam perjalanan maka tibalah anda di lokasi yang bernama Cadas. Merupakan lokasi yang cocok untuk beristirahat karena berada di daerah terbuka dan kondisi tanah bebatuan keras berwarna kuning. Jika cuaca cerah, dari sini anda dapat menikmati pemandangan gunung marapi yang tampak indah dengan hiasan ladang penduduk yang menghijau di kakinya. Di atas cadas terdapat pula sebuah tugu yang diberi nama Tugu Galapagos. Tugu ini merupakan monumen peringatan atas hilangnya salah satu siswa pecinta alam Galapagos SMAN 1 Padang pada tahun 90an.

CadasCadas

View Gn. Marapi Dari CadasView Gn. Marapi Dari Cadas

Dari cadas perjalanan selanjutnya adalah menuju telaga dewi dengan kondisi medan berupa tanjakan kecil dengan vegetasi tanaman perdu dan hutan lumut. Jalurnya cukup jelas karena anda dapat mengikuti tiang dan kabel listrik sebagai patokan jalurnya. Tiang dan kabel ini nantinya akan membawa anda menuju telaga dewi sampai ke atas puncak.

Jalur Mengikuti KabelJalur Mengikuti Kabel

Setelah 30 menit berjalan maka tibalah anda di telaga dewi. Telaga inilah yang merupakan bekas kawah gunung singgalang yang sudah tidak aktif lagi. Pemandangan di sekitar telaga ini sangatlah indah. Tak jarang terdengar suara kicauan burung bersahutan yang dapat membuat rasa nyaman bagi yang mendengarnya. Dengan pesonanya yang masih asri dan alami ini, menjadikan telaga ini surganya gunung singgalang. Tak jarang setiap pendaki yang datang akan bermalam disini untuk menikmati lebih lama suasana indahnya telaga dewi.

Telaga Dewi Diselimuti KabutTelaga Dewi Diselimuti Kabut

Telaga Dewi saat cuaca cerahTelaga Dewi saat cuaca cerah (sumber)

Dari telaga dewi menuju puncak singgalang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit lagi dengan kondisi jalur yang cukup landai melintasi hutan lumut. Puncak singgalang ditandai dengan adanya tower-tower pemancar yang di pagari kawat. Dari sini anda dapat melihat panorama alam dengan lebih luas. Dijamin akan membayar semua lelah yang anda rasakan selama pendakian.

Tower di Puncak Gn. SinggalangTower di Puncak Gn. Singgalang

Tips

  1. Sebaiknya pendakian dimulai saat pagi hari karena pemandangan yang bisa anda saksikan dapat lebih terlihat sebelum akhirnya kabut mulai menutupi.

  2. Jika ingin bermalam sebaiknya anda mendirikan tenda di sekitar telaga dewi karena lokasinya lebih landai dan pemandanganya pun lebih indah.

  3. Musim penghujan biasanya banyak binatang pacet. Selalu periksa tubuh anda selama berada di jalur pendakian.

Gunung singgalang menghadirkan pesona pemandangan alam yang sangat luar biasa indahnya. Suasananya yang asri dan alami menjadikan gunung ini salah satu lokasi favorit pendakian. Jika anda berlibur ke sumatera barat, sebaiknya jangan lewatkan gunung yang satu ini. Selamat berlibur!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

“Ternyata jalur putri berat ya, walaupun tidak sampe surya kencana tp saya jadi mengerti bagaimana naik gunung yang sebenarnya, thank u Ase, be good guide ya Se”
Ester, Gede Oktober 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us