Gunung Slamet – Jawa Tengah

Gunung Slamet – Dengan ketinggiannya yang mencapai sekitar 3428 mdpl, menjadikan gunung ini tertinggi di provinsi jawa tengah dan gunung tertinggi kedua di pulau jawa setelah gunung semeru. Gunung yang berjenis strato ini memiliki kawah yang masih aktif dengan sejarah letusan terakhir terjadi pada tahun 1999 dan mengalami erupsi kecil terakhir pada tahun 2009. Keindahan alam yang disuguhan gunung ini menjadikannya salah satu tujuan favorit pendakian, baik pendaki lokal maupun pendaki asing.

Lokasi dan Transportasi

Secara administratif gunung slamet terbentang di perbatasan Kabupaten Brebes, Purbalingga, Banyumas, Tegal dan Pemalang.

Ada beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan yaitu jalur bambangan, jalur baturaden, jalur guci dan jalur kaliwadas. Jika anda menggunakan jalur bambangan, dari purwokerto anda dapat menuju kabupaten purbalingga dengan menggunakan bus jurusan bobotsari. Tiba di terminal bobotsari anda dapat kembali naik minibus (primkodes) menuju desa kutabawa dan berhenti di pasar priatin. Dari sini anda dapat berjalan kaki atau bisa naik truk sayur yang kebetulan lewat menuju dusun bambangan yang jaraknya sekitar 2,5 kilometer lagi. Di dusun yang berada di ketinggian sekitar 1297 mdpl ini terdapat sebuah basecamp yang bernama pondok pemuda. Di basecamp inilah anda harus melapor terlebih dahulu sebelum memulai pendakian.

Jika anda menggunakan jalur kaliwadas, dari kota bumiayu anda dapat naik angkutan desa (angdes) menuju pasar pangasinan yang memakan waktu tempuh perjalanan sekitar dua jam. Tiba di pasar pangasinan anda dapat melanjutkan perjalanan dengan menyewa jeep atau pick up yang tersedia sampai pukul 18.00 wib untuk menuju dusun kaliwadas (1850 mdpl). Di dusun ini pula nantinya anda dapat melapor sebelum memulai pendakian.

Jalur lainnya adalah melalui jalur baturaden. Merupakan kawasan wisata yang berjarak sekitar 15 Kilometer ke arah utara kota purwokerto. Anda dapat menuju kawasan wisata ini dengan menggunakan angkutan umum yang hanya memakan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Selanjutnya adalah melalui jalur guci yang merupakan lokasi objek wisata pemandian air panas guci. Anda dapat menempuhnya dari Slawi ataupun dari terminal purwokerto menuju yomani, kabupaten tegal.

Diantara empat jalur ini, bambangan merupakan jalur favorit karena jaraknya yang lebih singkat menuju puncak, sedangkan jalur terpanjangnya adalah melalui baturaden.

Wisata

Gunung slamet menjadi salah satu wisata favorit untuk melakukan pendakian. Gunung ini memiliki beberapa jenis hutan diantaranya hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montana dan hutan gunung.

gunung slametGunung slamet (sumber)

Berangkat dari jalur bambangan pendaki akan melintasi gerbang pendakian gunung slamet dengan pemandangan ladang penduduk. Berjalan melintasi ladang penduduk sekitar satu jam anda akan tiba di pos payung. Kemudian sekitar dua jam perjalanan melintasi hutan hujan tropis dengan jalur yang cukup terjal dan licin anda akan tiba di pondok walang.

Gerbang BambanganGerbang Bambangan (sumber)

Dari pondok ini perjalanan anda terus menanjak selama dua jam sampai akhirnya tiba di pondok cemara. Pemandangan disini sangat menyejukkan karena banyak pepohonan cemara yang tumbuh di sekitar pondok. Perjalanan selanjutnya masih terus menanjak melintasi hutan lebat yang lembab. Sampai sekitar dua jam berjalan, tibalah anda di pos samaranthu (2900 mdpl) yang merupakan pos 4. Dari sini pemandangan akan lebih terbuka dengan vegetasinya berupa padang rumput yang menghijau. Sekitar 0,3 kilometer dari pos 4 ini anda akan tiba di sanghiang rangkah kemudian dilanjut tiba di sanghiang jampang. Pemandangan di kedua tempat ini sangat indah, anda dapat menjumpai bunga edelweiss dan juga tempat yang bagus untuk menyaksikan terbitnya matahari.

Setelah berjalan sekitar 30 menit lagi anda akan tiba di plawangan yang merupakan batas vegetasi dengan pemandangannya yang lebih terbuka. Dari plawangan, perjalanan anda selanjutnya akan melintasi jalur berpasir dan bebatuan sedimentasi lahar yang cukup tajam dan mudah longsor. Sampai sekitar 60 menit perjalanan maka tibalah anda di puncak gunung slamet yang memiliki pemandangan mengagumkan dengan kalderanya yang cukup luas.

Untuk pendakian jalur Kaliwadas, dari dusun Kaliwadas anda akan melewati jalan setapak di sekitar perkebunan penduduk. Sampai sekitar satu jam perjalanan anda akan tiba di Tuk Suci yang merupakan aliran air yang dibendung untuk pengairan di desa.

Sekitar satu jam kemudian, pendaki akan tiba di Pondok Growong, dimana jalur yang akan anda lewati mulai menanjak dan melintasi hutan bambu yang disebut Pringgodani. Pada ketinggian sekitar 1953 mdpl ini dengan melewati jalur yang relatif datar anda pun akan tiba di sebuah jembatan yang disebut Taman Wlingi. Di sini juga terdapat persimpangan, jika lurus akan menuju sumur pengantin yang sering dijadikan tempat pesugihan dan jalur ke kiri adalah jalan untuk menuju puncak.

Dari Taman Wlingi menuju Pos 2 jalur akan semakin sulit karena banyak tumbuhan berduri dan penyengat. Perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 pula terdapat banyak percabangan sehingga cukup sulit bagi yang belum pernah melewati jalur ini. Ketika tiba di pos 4 (Igir Manis) jalur mulai melebar dan dapat dijumpai bunga Edelweis serta tumbuhan Arbei. Sebelum tiba di Plawangan, pendaki akan melewati Igir Tjowek (2570 mdpl) dan punggungan Gunung Malang yang sangat terjal. Di sini juga merupakan jalur pertemuan dengan Baturaden. Dari Plawangan yang merupakan batas vegetasi, perjalanan menuju puncak sekitar dua jam lagi dengan jalur menanjak hingga kemiringan sekitar 60 derajat dan batuan vulkanik yang mudah longsor. Setibanya di puncak bayangan, pendaki dapat melewati bibir kawah ke arah timur untuk mencapai puncak.

Jalur berikutnya adalah Baturaden yang dimulai dari ketinggian 760 mdpl. Dari baturaden menuju pos 1 dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dan terdapat banyak persimpangan yang dibuat oleh penduduk. Perjalanan disuguhkan dengan jurang yang menganga di sebelah kanan dan pendaki juga dapat menemukan sungai. Dari pos 1 menuju pos 2 jalur semakin terjal dan dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk tiba di pos 2. Dari pos 2 menuju pos 3 jalur tidak begitu menanjak dengan memakan waktu tempuh perjalanan sekitar tiga jam, melewati hutan hujan tropis. Setelahnya pada ketinggian 1664 mdpl pendaki akan tiba di Igir Leiangar, berupa punggungan tipis dan dilanjutkan menuju Gunung Malang yang menjadi tempat pertemuan dengan jalur Kaliwadas. Selanjutnya pendaki akan melewati Plawangan sebelum tiba di Puncak Gunung Slamet.

Pemandangan di puncak slamet sangat mengagumkan dimana kawah aktif gunung slamet yaitu segoro sarian dan segoro wedi dapat terlihat. Dari kejauhan tampak pula pemandangan gunung-gunung lainnya seperti Sindoro, Sumbing dan Ciremai yang terlihat sangat indah dengan balutan awan di bawahnya. Laut Jawa dan Samudra Hindia juga terbentang luas, terlihat dari atas puncak gunung ini.

kawah gunung slametKawah (sumber)

View dari puncakView dari puncak (sumber)

 Tips

  1. Bawalah persediaan air dari basecamp, khususnya pada musim kemarau karena di jalur nanti akan sangat sulit ditemukan sumber air.

  2. Jalur berbatu menuju puncak sangat rentan longsor. Harap berhati-hati saat mendakinya, selalu perhatikan keadaan anggota tim.

  3. Untuk jalur Kaliwadas, dari pos 2 menuju pos 3, terdapat tumbuhan Begonia yang batangnya bisa dimakan sebagai pengganti air.

  4. Sebaiknya bawalah pemandu jika ingin melewati jalur Baturaden karena jalurnya cukup sulit dan membingungkan.

  5. Berdoalah sebelum memulai pendakian.

Mendaki gunung bisa menjadi aktivitas menarik untuk mengisi waktu liburan anda. Namun persiapan yang matang sangat wajib anda lakukan sebelumnya agar pendakian bisa berjalan sesuai dengan rencana. Selamat bertualang!

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Ase Membuat keputusan yang tepat di setiap pendakian yang dia lakukan, Seperti di merbabu nginep 1 malam lagi karena ada yang drop dan memilih turun kembali melalui jalur wekas daripada lintas jalur ke selo karena ada yang drop.

Saat di Gn. Slamet, camp terpaksa dilakukan di Pos 1 karena kemalaman dan kondisi tim tidak memungkinkan untuk lanjut, keputusan yang bgs dari ASe

Budi Harsana TP, Merbabu + Merapi + Slamet, Februari - Maret 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Connect With Us