Gunung Tambora – Nusa Tenggara Barat

Gunung Tambora – Siapa yang tidak mengenal gunung ini ? Gunung dengan ketinggian sekitar 2851 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini memiliki sejarah letusan yang luar biasa yang pernah terjadi tepat pada tanggal 11 April 1815 lalu. Akibatnya terbentuklah sebuah kaldera berdiameter lebih dari 6 Km dengan kedalaman lebih dari 800 meter. Menjadikannya sebagai kaldera terbesar di gunung Indonesia.

Lokasi Dan Transportasi

Secara administratif gunung tambora termasuk dalam dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pendakian ke puncak tambora biasanya melalui jalur pendakian umum yang berada di Desa Pancasila. Untuk mencapainya dari Kabupaten Dompu anda dapat menuju terminal dompu terlebih dahulu dengan naik angkot berwarna kuning dengan ongkos sekitar Rp 5.000*). Dari terminal dompu kemudian naik bus umum tujuan desa pancasila dengan ongkosnya sekitar Rp 30.000*) yang memakan waktu tempuh perjalanan sekitar enam jam.

Tiba di desa pancasila anda dapat naik ojek untuk menuju pintu rimba dengan membayar ongkos sekitar Rp 30.000*) – Rp 40.000*) per orang. Atau jika mau dapat juga dengan berjalan kaki yang bisa ditempuh selama empat jam.

Wisata

Selama dalam perjalanan menuju desa pancasila anda akan disuguhkan dengan pemandangan padang sabana yang sangat luas. Belum lagi hamparan perbukitan dengan hiasan pemandangan pantai dan teluk di pesisir pulau Sumbawa, dijamin perjalanan panjang anda tidak akan terasa membosankan.

Dari desa pancasila selanjutnya perjalanan anda menuju Pintu rimba dan terus sampai tiba Pos I. Medan yang dilalui masih cukup landai dengan vegetasi berupa perkebunan kopi milik penduduk setempat dan juga pepohonan besar di kiri dan kanan jalan. Pos I ditandai dengan adanya sebuah pondok dan terdapat sumber air berupa bocoran pipa yang memanjang sampai ke desa.

Dari Pos I selanjutnya pendakian akan menuju Pos II yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan. Medan yang dilalui berupa jalur bekas aliran sungai dengan vegetasi yang mulai memasuki kawasan hutan lebat. Terdapat sumber air yang bisa dikonsumsi di Pos II yaitu berupa aliran sungai yang berada sekitar lima meter ke bawahnya.

Dari sini selanjutnya pendakian akan menuju Pos III yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam perjalanan. Medan yang dilalui akan mulai menanjak dan berliku dengan vegetasinya berupa tanaman jelatang yang gatal jika tersentuh kulit. Selain itu pula banyak pepohonan besar yang tumbang menghalangi jalur. Melintasi daerah ini akan membutuhkan tenaga dan kewaspadaan ekstra. Pos III ditandai dengan adanya lahan datar yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Biasanya pendaki akan bermalam disini untuk kemudian melanjutkan pendakian kembali pada dini harinya. Tujuannya tidak lain adalah agar dapat menikmati sunrise saat berada di puncak nanti. Terdapat pula sumber air berupa genangan air tadah hujan yang bisa anda temukan sekitar 500 meter ke bawah. Sebaiknya anda menyiapkan bekal air minum dari sini karena di perjalanan selanjutnya akan susah ditemui sumber air kembali.

Dari Pos III selanjutnya pendakian akan menuju Pos IV yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan. Medan yang dilalui cukup landai dengan vegetasi yang masih sama yaitu kawasan hutan lebat dengan tumbuhan jelatang di sepanjang jalur.

Selanjutnya pendakian dilanjutkan menuju Pos V yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit lagi. Selama pendakian, tumbuhan jelatang perlahan mulai berkurang dan kawasan hutan pun sudah lebih terbuka. Dari Pos V selanjutnya tujuan anda akan menuju bibir kawah gunung tambora yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam perjalanan lagi. Vegetasi yang dilalui akan semakin berkurang sampai akhirnya anda akan tiba di batas vegetasi yang hanya ditumbuhi tanaman perdu dan bunga edelweiss. Semakin ke atas medan yang dilalui akan semakin sulit dengan jalur berupa tanah berpasir yang cukup curam dan akan mulai kembali landai saat anda sudah mendekati bibir kawah.

Pemandangan di bibir kawah sangat luar biasa indahnya karena suguhan pemandangan alamnya dapat dilihat dengan lebih luas. Terpampang di depan mata panorama kaldera tambora yang bernama Doro Afi Toi dengan bentuk tebing batuannya yang unik dan menarik. Di dasar kawahnya terlihat pula sebuah telaga berwarna hijau yang sangat menyejukkan mata.

Kaldera TamboraKaldera Tambora (sumber)

Bunga Edelweiss yang tumbuhBunga Edelweiss yang tumbuh (sumber)

Tidak hanya sebatas ini, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju sebuah bukit di sisi barat. Bukit inilah yang merupakan puncaknya gunung tambora 2851 mdpl. Pemandangan dari sini tak kalah menariknya pula. Anda dapat menyaksikan keindahan gunung rinjani yang tampak berdiri kokoh dan juga pulau satonda yang dikelilingi birunya lautan.

Puncak Gn. TamboraPuncak Gn. Tambora (sumber)

Tips

  1. Gunakan jalur pendakian resmi yang umum dilalui oleh para pendaki yaitu di desa pancasila dan melaporlah kepada petugas setempat sebelum memulai pendakian.

  2. Jika hendak bermalam di desa pancasila, anda dapat menginap di basecamp bapak lewah yang merupakan kepala dusun setempat dan juga bisa menginap di rumah bapak yusuf yang merupakan salah satu guide gunung tambora. Jika diperlukan anda dapat menyewa jasa beliau.

  3. Berhati-hatilah saat melangkah di sekitar bibir kawah dan puncaknya karena kondisi jalur yang berpasir dan berkerikil. Selain itu pula lokasinya berada di area terbuka sehingga angin kencang bisa datang kapan saja.

  4. Sebaiknya gunakan baju dan celana panjang saat di jalur pendakian. Hal ini berguna untuk menghindari sentuhan langsung dengan tanaman jelatang yang dapat membuat kulit gatal.

  5. Sebaiknya pendakian dilakukan antara bulan Juli sampai Agustus karena pada bulan tersebut cuaca akan lebih baik.

Pendakian yang cukup melelahkan ke gunung tambora dijamin akan terbayar dengan semua suguhan panorama alam yang bisa anda saksikan saat berada di puncaknya. Persiapkan fisik, mental dan peralatan pendakian anda. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Rinjani, gunung yg sudah lama ingin aku datangi…bersama temenku , kami akhirnya memutuskan utk ikut wisata gunung..sungguh keputusan yg tepat, join dengan wisata gunung…disaat puncak keliatan seperti dekat, tp kaki tak mampu melangkah dan tenaga sudah habis..bang widi berusaha membantu kami dengan tali..mengupayakan kami utk bisa sampe ke puncak gunung…sungguh upaya yg luar biasa menurutku, mengubah itin agar perjalanan lebih mudah dan cepat. Temen2 wisata gunung yg asyik 2,gokil dan senantiasa membantu membuat trip ini tambah asyik n berkesan.. Sungguh luar biasa bisa ikut trip ini bersama dengan kalian..Thanks a lot all.. Rinjani aug 2014, Novita Tan Novita <tannovita@yahoo.com>
Tan Novita, Rinjani Agustus 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us