Gunung Tandikat – Sumatera Barat

Gunung Tandikat – Dalam dialek bahasa minang dikenal dengan nama gunung Tandikek. Merupakan salah satu dari tiga gunung sumatera barat yang dikenal dengan sebutan puncak tri arga yang artinya penyangga langit Minangkabau (gunung singgalang, gunung marapi, gunung tandikat). Gunung yang bertipe stratovolcano dan ditutupi hutan hujan tropis ini memiliki ketinggian sekitar 2438 mdpl yang merupakan gunung terendah dari gugusan puncak tri arga.

Lokasi Dan Transportasi

Secara administratif gunung tandikat berada di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sekitar 80 Kilometer dari Kota Padang atau 7,5 Kilometer dari Kota Padang Panjang.

Titik awal pendakian berada di Desa Singgalang Ganting. Untuk menempuhnya dari Kota Padang anda dapat ke terminal bingkuang terlebih dahulu dengan naik angkot, ongkosnya Rp 3.000*). Dari terminal bingkuang kemudian naik bus jurusan Padang-Bukittinggi dan turun di terminal Kota Padang Panjang dengan membayar ongkos sekitar Rp 10.000*). Kemudian dari sini dilanjutkan dengan naik angdes jurusan desa singgalang ganting, ongkosnya sekitar Rp 3.000*) atau bisa juga naik ojek dengan membayar ongkos sekitar Rp 6.000*). Tiba di desa anda dapat melakukan registrasi pendakian dan membayar uang restribusi sebesar Rp 3.000*).

Wisata

Gunung tandikat termasuk gunung yang jarang di daki, jalur pendakiannya pun kurang jelas. Namun walaupun begitu, gunung ini juga menyimpan banyak keindahan alam yang luar biasa cantiknya. Waktu tempuh normal pendakian sekitar tujuh jam, melintasi hutan yang masih sangat asri dan alami yang dihuni oleh beberapa binatang liar seperti burung rangkong dan siamang, menjadikan gunung ini memiliki nilai tersendiri yang lebih menarik untuk di daki.

gunung tandikatgunung tandikat (sumber)

Awal pendakian dari desa singgalang ganting menuju pintu rimba dapat ditempuh dengan waktu sekitar 90 menit. Melintasi ladang tebu milik penduduk dengan medan jalur tanah berkerikil yang masih tergolong landai. Sebelum tiba di pintu rimba, anda akan bertemu dengan bangunan mushola dan rumah almarhum bapak lelo yang sekarang dihuni oleh anaknya. Semasa hidupnya, Pak lelo inilah yang merupakan juru kunci gunung tandikat. Jika sedang kemalaman di jalan, anda dapat menginap di mushola ini yang lokasinya berada di dekat rumah almarhum pak lelo.

Dari mushola selanjutnya perjalanan anda menuju pintu rimba yang berada di dekat sungai. Medan yang dilalui masih cukup landai dengan melintasi saluran air. Di sungai ini terdapat banyak batu besar yang cukup menarik untuk dilihat. Merasakan desiran angin dan suara gemericik air yang jernih dengan pemandangan batuan besar di tengah sungai merupakan suguhan alam yang sangat luar biasa indahnya. Dijamin akan membuat anda betah untuk berlama-lama berada disini. Sebelum memulai pendakian, sebaiknya anda menyiapkan bekal air dari sini karena selama di jalur pendakian menuju shelter nanti akan sulit ditemui sumber air lagi.

Dari pintu rimba perjalanan selanjutnya adalah menuju shelter yang dapat di tempuh sekitar 3,5 jam. Jalur yang dilalui berupa jalan setapak penuh semak dengan vegetasi hutan sekunder dan hutan primer. Medannya pun terus menanjak dengan kemiringan yang cukup curam. Belum lagi jalur yang dilalui ini juga merupakan habitat binatang pacet. Sebaiknya selalu perhatikan kondisi team anda karena melintasi jalur ini cukup menguras tenaga.

Di lokasi shelter terdapat lahan datar yang cukup untuk mendirikan beberapa tenda. Terdapat pula sumber air yang mengalir kecil. Lokasinya berada di sisi kanan jalur dengan menuruni tebing setinggi 10 meter. Dari shelter ini selanjutnya perjalanan anda menuju puncak, yang dapat di tempuh dengan waktu sekitar dua jam perjalanan. Medan yang dilalui mulai bervariasi, melintasi jalur yang menanjak dan menuruni lembah dengan vegetasi berupa tumbuhan pandan dan pakuan.

Tiba di puncak anda akan disambut dengan panorama kawah gunung tandikat. Tidak hanya itu, dari sini juga terlihat pemandangan gunung singgalang yang lokasinya persis bersebelahan dengan gunung tandikat. Dari atas puncak anda dapat menuruni lembah untuk menuju kawah yang sudah tidak aktif lagi ini. Pemandangan di dasar kawah yang cukup luas ini juga sangat menakjubkan. Disini anda dapat melihat dengan jelas beberapa lubang berbentuk kepundan kecil yang mengeluarkan asap belerang dengan suara tekanan gasnya yang khas. Selain itu terdapat pula sebuah goa di salah satu sudut dasar kawah ini yang di dalamnya penuh dengan asap belerang.

view gn.singgalang dari puncak gn.tandikatview gn.singgalang dari puncak gn.tandikat (sumber)

Kawah Gn.Tandikat yang sudah tidak aktifKawah Gn.Tandikat yang sudah tidak aktif (sumber)

Salah satu titik kepulan asap belerangSalah satu titik kepulan asap belerang (sumber)

Tips

  1. Sebaiknya gunakan jasa guide untuk mendaki gunung ini karena gunung tandikat termasuk gunung yang jarang di daki sehingga jalur pendakiannya menjadi tidak begitu jelas.

  2. Berhati-hatilah saat berada di dasar kawah. Sebaiknya gunakan masker untuk mengurangi resiko terhirup asap belerang.

  3. Selalu periksa keadaan tubuh anda karena di jalur pendakian ini banyak terdapat binatang pacet.

  4. Sempatkanlah diri anda untuk menikmati pemandian air panas di lubuk mata kucing yang berada tidak jauh dari Kota Padang Panjang.

Mendaki gunung tandikat akan memberikan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Panorama alamnya yang masih sangat asri dan alami dengan rintangan jalur yang dilalui, menjadikan gunung ini sangat menarik untuk dikunjungi. Persiapkanlah kondisi fisik, peralatan dan kemampuan anda. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Ase Membuat keputusan yang tepat di setiap pendakian yang dia lakukan, Seperti di merbabu nginep 1 malam lagi karena ada yang drop dan memilih turun kembali melalui jalur wekas daripada lintas jalur ke selo karena ada yang drop.

Saat di Gn. Slamet, camp terpaksa dilakukan di Pos 1 karena kemalaman dan kondisi tim tidak memungkinkan untuk lanjut, keputusan yang bgs dari ASe

Budi Harsana TP, Merbabu + Merapi + Slamet, Februari - Maret 2013

2 Responses to Gunung Tandikat – Sumatera Barat

  1. Maaf.. Saya tidak setuju kalau nama daerah di ubah dari aslinya “Tandikek” bukan tandikat

    Khairul Anwar 3 November 2016 at 11:45 am Balas
    • Terimakasih pak untuk ralatnya.

      ASe 8 November 2016 at 6:29 pm Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us