Gunung Tangkuban Perahu – Jawa Barat

Gunung Tangkuban Perahu – Merupakan gunung api aktif berjenis stratovulcano dengan ketinggian mencapai sekitar 2.084 mdpl. Memiliki panorama alam yang cukup indah dengan kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung yang mengelilinginya. Gunung yang terkenal dengan legenda sangkuriang ini sekarang di kelolah oleh Perum Perhutani dan sudah menjadi objek wisata favorit bagi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Lokasi Dan Transportasi

Secara administratif gunung tangkuban perahu termasuk dalam wilayah Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sekitar 20 Km sebelah Utara Kota Bandung.

Karena merupakan lokasi wisata favorit maka tidaklah sulit mencari transportasi umum untuk menuju ke kawasan ini. Dari Terminal Leuwi Panjang, Bandung, anda dapat naik bus jurusan Indramayu via Subang dan turun di Cikoleh. Tepatnya di pertigaan gerbang tangkuban perahu, yang merupakan titik perbatasan Bandung Barat dan Subang. Dari pertigaan ini kemudian anda dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan colt menuju puncak tangkuban perahu yang tinggal berjarak sekitar 3 Km lagi.

Untuk memasuki kawasan gunung tangkuban perahu, wisatawan lokal akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000*) per orang dan jika anda membawa kendaraan pribadi, anda akan dikenakan tarif masuk kendaraan pula sebesar Rp 5.000*) untuk motor, Rp 10.000*) untuk kendaraan roda empat dan Rp 20.000*) untuk kendaraan roda enam. Tarif ini berbeda lagi dengan wisatawan asing yang tentunya akan sedikit lebih mahal.

Wisata

Tangkuban PerahuTangkuban Perahu (sumber)

Sesuai dengan namanya Tangkuban Perahu, jika dilihat dari kejauhan, gunung ini mirip dengan perahu besar yang terbalik atau perahu yang tertelungkup. Berkaitan dengan itu pula, gunung ini menyimpan legenda yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa Barat, yaitu legenda Sangkuriang.

Menurut legenda, konon saat itu Sangkuriang gagal menyanggupi syarat yang diajukan Dayang Sumbi untuk menikahinya. Dayang sumbi sendiri merupakan ibu kandung sangkuriang, mereka sudah lama berpisah sehingga sangkuriang pun tidak percaya bahwa dayang sumbi merupakan ibu kandungnya sendiri. Syarat yang diajukan Dayang Sumbi adalah membuat perahu beserta danaunya yang harus diselesaikan dalam satu malam. Karena gagal memenuhi syarat tersebut, sangkuriang pun menjadi kesal dan menendang perahu yang belum selesai dibuatnya sehingga perahu tersebut terpental dan telungkup. Dalam bahasa sunda, telungkup disebut Tangkuban sehingga sampai sekarang dikenal dengan nama Tangkuban Perahu.

Sampai sekarang kawasan Tangkuban Perahu selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat musim liburan. Banyak warung-warung penjual makanan dan minuman yang bisa anda temukan disini sehingga anda tidak perlu khawatir jika merasa lapar. Tidak hanya itu, disini anda dapat pula membeli berbagai macam cinderamata sebagai oleh-oleh nantinya.

View KawahJejeran Warung (sumber)

Pemandangan yang disajikan dari atas puncak sangatlah menakjubkan. Betapa tidak, dari sini anda dapat menyaksikan pesona kawah besarnya yang masih mengeluarkan gas belerang. Jika berminat, anda dapat berjalan mengelilingi kawah ini, namun perlu diingat untuk tetap membawa masker karena bau belerang yang ada dapat membuat dada sesak jika terhirup.

Kawah RatuKawah Ratu (sumber)

Tangkuban perahu memiliki Sembilan buah kawah aktif, yaitu kawah ratu, kawah upas, kawah domas, kawah jurig, kawah siluman, kawah ecoma, kawah baru, kawah lanang dan kawah jarian. Kawah terbesarnya adalah kawah ratu yang bisa anda lihat saat pertama kali datang. Jika ingin lebih menjelajahi kawah lainnya, anda dapat berjalan menuju kawah upas yang merupakan kawah terbesar keduanya. Lokasinya bersebelahan dengan kawah ratu dan untuk mencapainya anda dapat berjalan kaki sekitar 30 menit dengan melintasi bibir jurang kawah ratu.

Kawah lain yang menarik untuk dikunjungi adalah kawah domas yang berjarak sekitar 1 Km dari sebelah timur kawah ratu. Untuk menuju kesana anda dapat berjalan kaki melintasi jalan setapak yang ditumbuhi pepohonan rindang. Harap berhati-hati saat melintasi jalan setapak ini karena jalurnya yang menurun dan cukup curam untuk dilewati.

Di kawah domas anda akan melihat pemandangan hamparan bebatuan dengan beberapa celahnya yang mengeluarkan asap belerang. Selain itu pula terdapat beberapa sumber air panas yang biasa digunakan masyarakat untuk menyembuhkan penyakit kulit ataupun untuk merebus telur.

Tips

  1. Bawalah masker atau penutup hidung dan mulut karena di kawasan gunung tangkuban perahu masih tercium bau belerang yang cukup menyengat.

  2. Datanglah sepagi mungkin karena biasanya saat menjelang siang kabut akan turun sehingga menutupi pemandangan.

  3. Cuaca di sekitar cukup dingin, sebaiknya bawalah jaket. Bawalah pula payung atau topi untuk melindungi kulit anda dari sengatan matahari saat cuaca panas.

  4. Jagalah selalu barang bawaan anda karena kawasan tangkuban perahu merupakan daerah wisata yang selalu ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan maupun para pedagang.

  5. Biasanya pemerintah setempat menggelar festival budaya dan pariwisata di gunung tangkuban perahu secara rutin. Carilah informasi kapan acara tersebut digelar agar kunjungan anda dapat lebih menyenangkan.

 

Tangkuban perahu merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di jawa barat. Pemandangannya yang sangat menarik dan akses transportasinya yang cukup mudah sepertinya dapat menjadi referensi bagi anda yang hendak menghabiskan liburan bersama teman ataupun keluarga. Selamat berlibur!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

heyoo.. terima kasih untuk tim wisata gunung Ase (Ayo Semangat), Widi (teplon gunung), Rizky (bocil), Ari (Biji karet) yang sudah menemani kami ke salah satu tempat plesir terbaik di indonesia “taman nasional bromo tengger semeru” (maap kalo salah ngetik), rasa haus akan nikmatnya kekayaan alam  ciptaan sang maha kuasa akhirnya terlampiaskan, Cantiqnya danau RanuKumbolo seakan membius mata dan mengalahkan cantiqnya wanita yang ada di danau itu (Dinda..maapkan bang Japran) tak terbayangkan melewati lautan bunga berwarna violet yang lebih tenar dengan sebutan oro – oro ombo. menghiraukan gelapnya malam demi puncak Mahameru. dan salut untuk Tim Wakatobi yang sudah bersama – sama dalam susah maupun senang ..Mba ita (chef), Iwan (kapten), Ana (jingga), Noffe (Tales Bogor), Denys (bocah kepo ), Beny (sersan). oh iyee… terima kasih juga buat Tim Wong Fei Hung dan Pekalongan semoga tambah persaudaraan kita semakin luas sumber jaya  cahaya abadi  makmur sentosa salam samiriiiii…… *sambel …
Dery Agriansyah, Semeru Juni 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us