Gunung Welirang – Jawa Timur

Gunung Welirang – Dalam bahasa kuno disebut Walirang yang dalam Bahasa Jawa berarti Belerang karena gunung ini memiliki kandungan belerang yang melimpah dimana belerangnya sampai sekarang masih terus di gali dan diangkut oleh para penambang lokal. Gunung welirang memiliki ketinggian sekitar 3156 mdpl yang ditumbuhi kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Terdapat pula tumbuhan endemik di sekitar puncaknya yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan nama manis rejo.

Gunung yang masih aktif dengan menghembuskan asap belerangnya ini merupakan bagian dari komplek gunung Anjasmoro, gunung ringgit, gunung kembar I, gunung kembar II dan gunung arjuna yang berada dalam satu rangkaian barisan.

Lokasi Dan Transportasi

Lokasi Gunung Welirang berada di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Untuk menuju ke puncaknya terdapat beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan, namun jalur pendakian yang lebih sering digunakan adalah melalui jalur Tretes karena jarak tempuhnya yang lebih dekat dan jalurnya juga sangat jelas dengan medan yang lebih bersahabat.

Untuk menuju Pos perijinan jalur tretes anda dapat menggunakan transportasi bus, baik dari Surabaya maupun dari Malang untuk kemudian turun di terminal Pandaan. Ongkosnya sekitar  Rp 7.000*). Dari terminal dilanjutkan naik L300 menuju Tretes dengan ongkosnya sekitar Rp 5.000*) yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit perjalanan. Tiba di Tretes dilanjutkan menuju pos perijinan dengan berjalan kaki yang jaraknya 30 meter. Di pos perijinan ini nantinya anda diharuskan mengisi formulir data diri dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 4.500*).

Wisata

Jalur pendakian Tretes merupakan lokasi hutan wisata yang sering dikunjungi wisatawan, terutama saat hari libur. Terdapat lokasi bumi perkemahan dan objek wisata air terjun Elang dan air terjun kakek bodo yang terkenal memiliki pemandangan indah sekaligus menyimpan ceritanya tersendiri.

Awal pendakian dari Pos perijinan, perjalanan anda akan menuju ke Pos 1 atau juga di sebut Pet Bocor yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Medan yang dilalui masih cukup landai dan lebar dengan kondisi jalan yang sudah di semen. Sekitar 400 meter berjalan anda akan bertemu dengan pertigaan jalan. Arah ke kanan menuju bumi perkemahan dan air terjun kakek bodoh, sedangkan ke kiri/lurus menuju Pos 1/pet bocor. Selama dalam perjalanan anda akan disuguhkan dengan pemandangan suasana hutan yang sejuk dan asri, tak jarang suara burung-burung dari atas pohon besar akan menemani perjalanan anda. Lokasi Pos 1 cukup luas untuk mendirikan tenda, terdapat pula sumber air yang berasal dari pipa bocor, untuk itulah Pos 1 ini disebut juga sebagai Pos pet bocor karena terdapat pipa air yang bocor.

Dari Pet Bocor, perjalanan selanjutnya akan menuju Pos 2 atau juga disebut Pos Kokopan yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Medan yang dilalui berupa jalur berbatu yang cukup lebar. Vegetasinya pun sudah lebih terbuka yang banyak ditumbuhi batang ilalang dan tanaman pisang. Jalur ini biasa digunakan mobil jeep pengangkut belerang. Jika beruntung, anda dapat menumpang jeep ini untuk menuju kokopan langsung. Pos kokopan ditandai dengan adanya beberapa pondokan tempat penambang belerang biasa beristirahat. Terdapat pula makam keramat berupa susunan batu yang terletak di bawah pos kokopan. Sumber air dapat anda temui pada sebuah sungai kecil yang berada tidak jauh dari kokopan.

Dari Pos 2 kokopan selanjutnya perjalanan akan menuju Pos 3 Pondokan, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar empat jam. Medan yang dilalui akan naik punggungan gunung dengan jalurnya yang berbatu dan cukup terjal. Banyak terdapat pohon besar di sepanjang jalur pendakian yang bisa anda gunakan untuk beristirahat ataupun berlindung dari cuaca panas. Pos 3 Pondokan ditandai dengan adanya beberapa pondok penambang belerang dengan lahan terbuka yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Di pos inilah terdapat percabangan jalan yang menuju puncak gunung arjuno di jalan sebelah kiri dan puncak gunung welirang di jalan lurusnya. Biasanya di Pos ini pendaki akan bermalam sebelum melanjutkan pendakian ke puncak esok harinya. Sumber air disini berupa sungai kecil yang sudah dialiri menuju bak penampungan.

Untuk menuju puncak gunung welirang diperlukan waktu tempuh sekitar 3-4 jam pendakian lagi. Terdapat banyak jalur yang bisa anda gunakan, dimana jalur utamanya memiliki medan berbatu terjal sedangkan jalur lainnya merupakan jalur para penambang belerang yang lebih landai namun lebih jauh karena mengitari perbukitan.

Awal pendakian dari pondokan anda akan melintasi kawasan hutan cemara dengan pemandangannya yang sangat asri dan indah. Sekitar dua jam pendakian maka tibalah anda di sebuah lahan datar dengan vegetasi berupa padang savana. Terdapat sebuah cerukan pada tebing yang membentuk seperti gua, cerukan inilah yang diberi nama gua Sriti. Biasanya pendaki menggunakan gua ini untuk berkemah karena lokasinya memang cukup aman dari tiupan angin dan hujan.

Lahan datarLahan Datar (sumber)

Goa SritiGoa Sriti (sumber)

Selanjutnya pendakian ke puncak dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam lagi. Puncak Gunung Welirang ditandai dengan adanya batu besar yang berdiri. Pemandangan dari puncak cukup terbuka luas, dimana anda dapat menyaksikan panorama dua kawahnya yang berwarna kuning dengan mengeluarkan asap belerangnya. Kawah-kawah ini bernama kawah jero dan kawah plupuh. Melihat lebih luas lagi, anda dapat menyaksikan panorama indah di kawasan wisata Selekta dan tretes dan jika cuaca bagus, anda pun dapat melihat pemandangan laut yang juga tak kalah cantiknya saat di pandang dari atas puncak.

Jalur menuju puncakJalur menuju puncak (sumber)

Pemandangan dari puncakPemandangan dari puncak (sumber)

Tips

  1. Jika tidak tahan dengan bau belerang yang menyengat, sebaiknya anda tidak berlama-lama saat berada di puncak.

  2. Lokasi terbaik untuk bermalam sebelum menuju puncak adalah di Pos pondokan karena lokasinya lebih aman dengan sumber airnya yang melimpah.

  3. Jika anda hendak menuju puncak dan langsung kembali ke pondokan, sebaiknya anda meninggalkan beberapa peralatan di pondokan karena jalur pendakiannya yang lebih terjal sehingga dapat menghambat waktu tempuh pendakian anda.

Mendaki Gunung Welirang akan memberikan pengalaman berkesan yang tidak akan anda lupakan. Suguhan pemandangannya yang indah dijamin akan membuat anda terpukau selama dalam pendakiannya. Selamat mendaki!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Awalna sich ragu2 waktu mo ikutan..g yakin apalg ketemu org2 baru..maklum stlh 12 taun br skrg lg bs tracking sm banyak orang lagi..g tauna mlh ktemu org2 yg pd sengklek otakna,,yg pd gila,,yg pd g tau malu,,pokona kegilaan yg prnh ada d masa lalu akirna dapet lg..bnr2 ksmptn yg g mgkn datang 2 kali n ane seneng bs ada d dlm itu smua..makasih temen2 Rinjani OJE..mksh tmn2 Wisata Gunung..good 2 knowing all of u..nice 2 share every moment with each 1 of every person of u..glad 4 all laugh,,spirit,,courage,,ampe bau keringet ama bau jigongna he2..u guys ROCKS..seneng bs mhabiskan waktu sm kalian smua..Barudak Rinjani OJE wajib kudu OJE salawasna..OJEEE Enrich Marcellinus <bremertown2001@gmail.com>  
Enrich Marselinus, Rinjani Agustus 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us