Tips Menentukan Arah Tanpa Menggunakan Kompas

Kompas merupakan sebuah alat yang berfungsi menunjukkan arah mata angin. Dalam berkegiatan di ruang terbuka seperti halnya pendakian gunung, kompas merupakan salah satu alat yang wajib untuk dibawa.

Setiap pendaki harus menyadari resiko yang akan dihadapi saat dalam pendakian gunung, termasuk dalam hal resiko tersesat. Dalam keadaan darurat seperti ini tentunya kompas akan sangat berperan besar untuk mengetahui posisi anda berada sampai mencari arah jalur yang benar. Sekalipun anda sudah membawa peta, tentunya tidak cukup untuk mengetahui posisi anda berada tanpa adanya kompas. Tidak hanya dalam keadaan tersesat, kompas pula berfungsi untuk mencari arah kiblat bagi pendaki muslim yang hendak melaksanakan sholat. Dengan kompas, pendaki dapat lebih yakin dengan arah kiblatnya dan tidak lagi harus menebak-nebak mana arah yang sebenarnya.

Namun bagaimana jika anda menghadapi hal-hal diluar dugaan seperti kompas yang tidak berfungsi, hilang atau bahkan lupa membawanya ? Tentunya anda harus siap dengan keadaan ini bukan ?.

Berikut beberapa tips alternatif yang bisa anda coba untuk menentukan arah saat tidak ada kompas.

1.      Melihat arah matahari.

Tentunya anda tahu bukan jika matahari akan terbit di sebelah Timur dan tenggelam di sebelah Barat. Inilah cara termudah yang bisa anda lakukan saat pagi dan sore hari.

Lalu bagaimana saat siang hari ? ketika posisi matahari berada tepat di atas kepala. Jika demikian maka salah satu cara yang bisa anda lakukan adalah dengan memanfaatkan bayangannya. Carilah lokasi datar yang cukup terbuka kemudian tancapkan tongkat setinggi satu meter tegak lurus dengan tanah dan tandailah satu titik pada ujung bayangan yang ada. Tunggu sampai sekitar 15 menit dan tandai lagi satu titik pada ujung bayangan yang baru. Setelah itu tariklah sebuah garis lurus yang menghubungkan ke dua titik tadi. Garis lurus tersebut menunjukkan bahwa pada titik pertama merupakan arah Barat dan titik kedua merupakan arah Timur.

BayanganBayangan (sumber)

2.      Menggunakan jarum jahit.

Dengan sebuah jarum jahit kita juga dapat menentukan arah. Caranya pun cukup sederhana sehingga mudah untuk diterapkan. Tampunglah air ke dalam wadah terlebih dahulu dan posisikan agar air tersebut tenang. Ambillah sebuah jarum dan gosokkan satu arah pada kain kering sehingga jarum akan bermuatan listrik statis. Ambil selembar daun atau kertas kemudian taruh jarum tersebut di atasnya dan letakkan ke permukaan air. Tunggu beberapa saat sampai keadaannya diam. Perhatikan pada ujung jarumnya, arah yang ditunjukkan ujung jarum tersebut merupakan arah Utara. Selanjutnya anda dapat menentukan sendiri arah lainnya.

Selain ditaruh pada permukaan air, alternatif lainnya anda dapat pula menggantung jarum yang diikat pada seutas benang. Selanjutnya tunggu sampai keadaan diam dan perhatikan arah yang ditunjukkan ujung jarum yang akan mengarah ke Utara.

Menggosok jarumMenggosok jarum (sumber)

Meletakkan jarum di atas daunMeletakkan jarum di atas daun (sumber)

3.      Melihat Kuburan.

Dalam wilayah Indonesia, bagian nisan kuburan Islam pasti akan mengarah ke Utara dengan posisi kepala jenazah yang dimiringkan ke arah Barat. Sedangkan pada bagian lainnya akan mengarah ke Selatan yang merupakan posisi kaki jenazah. Jika anda menemukan kuburan Islam maka hal ini dapat menjadi patokannya.

4.      Arah Mushollah.

Tanda yang bisa anda jadikan patokan lainnya adalah posisi mushollah atau tempat ibadah agama Islam yang pasti akan menghadap Kiblat. Di Indonesia posisi kiblat berada di arah Barat karena ka’bah yang merupakan Kiblat umat muslim berada di arah Barat Indonesia.

5.      Melihat pohon.

Tanda alam lainnya yang bisa anda perhatikan adalah pohon. Pada bagian sisi pohon yang terdapat lumut tebal akan menunjukkan arah Timur karena sinar matahari yang menyinarinya belum terik saat pagi hari. Namun hal ini jangan dijadikan patokan dasar, mengingat pertumbuhan lumut yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Jadikanlah ini sebagai patokan pendukung saja.

Selain dengan melihat lumut, dapat pula dilakukan dengan merasakan suhu pada bagian sisi pohon. Bagian sisi pohon yang terasa lebih hangat menunjukkan arah Barat.

6.      Rasi Bintang.

Terdapat beberapa rasi bintang yang bisa kita manfaatkan sebagai penunjuk arah seperti Rasi bintang Pari/Crux, Rasi bintang Orion/Waluku, Rasi bintang Scorpio dan Rasi bintang Biduk.

Seperti misalnya Rasi bintang Pari, anda dapat melihatnya pada arah Selatan langit malam. Bentuknya lebih mudah untuk dikenali karena terdiri dari empat buah bintang utama yang menyerupai layang-layang atau sebuah salip. Terdapat satu bintang utama yang letaknya lebih jauh dari tiga bintang utama lainnya, satu bintang utama inilah yang menunjukkan arah Selatan.

Rasi Bintang PariRasi Bintang Pari (sumber)

Kebanyakan tidak semua orang paham dalam membaca rasi bintang, untuk itu sangat disarankan agar mempelajarinya terlebih dahulu.

Sebenarnya masih banyak lagi tanda-tanda alam yang bisa kita manfaatkan sebagai patokan dasar untuk mencari arah. Dengan banyak belajar tentu kita akan lebih paham dalam menyikapinya. Memiliki pengetahuan yang cukup dalam berkegiatan di ruang terbuka akan lebih menjamin keselamatan dan keamanan anda dalam bertindak. Selamat mendaki!

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

Ternyata ga cuma bisa guide’in nggunung doang mas Ase jg bisa guide’in mantai.. terimakasih udah bkin trip singkat kita menyenangkan, asik, seru, dan cetar badai membahana, apalagi pas loncat jembatan cinta itu sesuatu bgt + unforgettable moment..
thank u mas Ase udah jd guide yg baik + sabar guide’in 9 wanita calon apoteker.. 😀
Alvita Widyastuti, Pulau Tidung Februari 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us