Gunung Dempo – Sumatera Selatan

Gunung Dempo – Sumatera Selatan memiliki banyak sekali objek wisata alam, salah satunya adalah gunung dempo. Gunung dempo memiliki ketinggian sekitar 3159 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL) menjadikannya gunung berapi aktif tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan pesonanya yang kaya akan keunikan flora dan faunanya membuat gunung yang memiliki dua puncak ini menjadi tujuan wisata menarik yang akan selalu dirindukan oleh setiap pendaki.

Lokasi dan Transportasi
Secara Administratif gunung dempo termasuk dalam beberapa wilayah. Pada sisi Timur berbatasan langsung dengan Kota Pagar Alam, pada sisi Barat berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Sakti, pada sisi Utara berbatasan dengan Kecamatan Jarai dan pada sisi Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Tidaklah sulit akses transportasi untuk menuju gunung dempo, baik dengan angkutan umum maupun dengan angkutan pribadi. Dari manapun anda berasal, tujuan pertama anda adalah menuju Kota Pagar Alam. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, maka anda dapat langsung menuju kota pagar alam dan setibanya di kota pagar alam, dapat langsung menuju desa terdekat di kaki gunung dempo, yaitu desa mekar sari atau biasa masyarakat menyebutnya kampung empat.

Jika anda menggunakan kendaraan umum, banyak pula tersedia bus yang menuju pagar alam, baik dari Kota Bengkulu, Palembang maupun dari Jakarta. Jika dari Palembang, jarak tempuhnya sekitar 310 Kilometer atau sekitar tujuh jam perjalanan. Anda dapat mencari bus jurusan pagar alam di terminal karya jaya (Palembang) mulai pukul 08.00 wib – 16.00 wib setiap harinya dengan ongkos sekitar Rp 50.000*) non AC dan Rp 60.000*) AC.

Dengan alasan menghemat ongkos, beberapa pendaki biasanya berangkat sore hari dari Palembang. Karena jika bus tiba di Pagar alam saat malam hari maka sopir akan mengantar penumpang langsung sampai ke tujuan, sedangkan jika tiba saat sore hari bus akan berhenti di terminal kota pagar alam dan anda pun harus melanjutkan perjalanan dengan naik angkot yang berarti harus mengeluarkan uang lagi.

Di pagar alam terdapat banyak penginapan, mulai dari hotel, motel, villa sampai yang gratis pun ada. Biasanya pendaki akan menginap di basecamp milik ayah anton untuk bermalam terlebih dahulu. Disini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Lokasinya berada tepat di depan pabrik teh PTPN VII.

Dari sini besok paginya anda dapat menumpang truk pengangkut teh yang akan menuju kampung empat. Jika anda tiba di kota pagar alam menjelang sore hari dan berniat langsung menuju kampung empat, anda dapat menyewa angkot. Tidak ada harga pasti yang di pasang, anda dapat tawar-menawar terlebih dahulu dengan sopir angkotnya. Di kampung empat anda bisa mendirikan tenda di lokasi resort ataupun menginap di sebuah balai milik masyarakat setempat. Menginap di balai tidak dikenakan biaya, anda cukup membayar uang kebersihan seikhlasnya.

WISATA
Gunung dempo memiliki beberapa jalur pendakian namun yang lebih sering dan umum dilewati adalah melalui jalur kampung empat dengan waktu tempuh normal pendakian selama 7 (tujuh) jam. Dalam perjalanan menuju kampung empat anda akan melewati hamparan perkebunan teh yang luas milik PTPN VII. Jalanan menanjak dan berkelok yang akan anda lalui dijamin akan menghadirkan sensasi tersendiri. Dari kejauhan akan tampak pula kota pagar alam yang dikelilingi oleh perbukitan, sesuai dengan nama kotanya bukan ?. Suguhan pemandangan alam yang indah ini dijamin tidak akan membuat perjalanan anda membosankan.

DSC04710View gn.dempo dari depan villa

View kota pagar alam

Saat tiba di kampung empat perjalanan anda selanjutnya adalah menuju pintu rimba. Jika dengan berjalan kaki maka perjalanan dapat di tempuh dalam waktu 20 menit. Pemandangan yang bisa anda saksikan disini juga tak kalah indahnya. Jika langit cerah, terlihat perbukitan menghijau dan deretan perkampungan lainnya yang tampak kecil dari ketinggian 1575 Mdpl ini.

Tiba di pintu rimba, perjalanan anda selanjutnya mulai masuk ke dalam hutan montana. Jalur yang dilalui merupakan jalan setapak basah. Pada lokasi-lokasi selanjutnya anda akan melewati cerukan tanah liat yang hanya bisa dilalui satu orang saja, mengharuskan anda untuk bergilir melewatinya. Dengan kondisi hutan yang rapat, anda tidak perlu khawatir kepanasan karena sinar matahari terhalang oleh pohon-pohon besar yang ada. Di jalur ini pula anda akan menemukan beberapa tanaman anggrek tanah yang cukup langkah. Pada bulan tertentu anggrek ini akan mekar dengan bunganya yang berwarna-warni. Setelah satu sampai dua jam berjalan, tibalah anda di Shelter I. Merupakan sebuah lahan datar yang cukup luas untuk beristirahat. Di shelter ini terdapat sumber air bersih yang bisa anda gunakan untuk memasak dan minum.

Perjalanan selanjutnya lagi adalah menuju Shelter II yang jarak tempuhnya sekitar dua jam. Jalur yang akan dilalui berupa tanjakan-tanjakan yang cukup melelahkan. Tak jarang anda harus melewati pohon tumbang yang menghalangi jalur. Sampai sekitar satu jam perjalanan anda akan tiba di sebuah tempat yang bernama Dinding Lemari. Disini anda harus melipir tebing yang cukup licin sehingga perlu berhati-hati dalam melangkah. Satu jam dari dinding lemari ini maka akan tibalah anda di shelter II. Kondisi lahan di shelter ini juga landai, tak jarang pendaki yang kemalaman sering mendirikan tenda disini. Sumber air bersih juga bisa anda dapatkan karena tak jauh dari shelter terdapat sungai kecil yang mengalir.

Selanjutnya perjalanan akan melintasi jalur yang cukup memeras keringat. Tak jarang anda harus menggunakan akar-akar pohon di jalur untuk terus mencapai ke atas. Sampai sekitar 1-2 jam perjalanan tibalah anda di lokasi yang bernama Cadas. Disini vegetasinya mulai berbeda yaitu berupa tanaman perdu dan pohon-pohon kecil yang bernama Kempang Panjang Umur (KPU). Jika cuaca cerah, dari sini anda bisa melihat pemandangan kebun teh dan perbukitan.

Perjalanan selanjutnya anda akan melewati kondisi jalur yang cukup licin karena melewati aliran air. Sampai sekitar satu jam perjalanan maka anda akan tiba di puncak gunung dempo. Di puncak ini tidak banyak yang bisa anda lihat karena hanya berupa lahan datar sempit yang dikelilingi tanaman KPU. Dari sini anda dapat meneruskan perjalanan turun menuju pelataran yang hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Pelataran merupakan lembah diantara dua puncak yang lahannya sangat luas untuk mendirikan tenda. Disinilah biasanya setiap pendaki yang datang akan bermalam. Di pelataran juga terdapat sumber air yang bernama telaga dewi yang bisa anda gunakan untuk mandi ataupun memasak. Kondisi di pelataran berupa lahan terbuka. Dari sini anda bisa menikmati sunset dan sunrise. Jika cuaca cerah, saat malam hari anda bisa menikmati taburan bintang di langit dengan hiasan galaksi bimasakti.

pelataranPelataran

Menjelang besok paginya, anda dapat hiking menuju puncak merapi dempo. Jarak tempuhnya hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit dengan kondisi jalur batuan kerikil dan kemiringan yang mencapai 40 derajat. Dari atas puncak inilah anda bisa melihat kawah dempo yang airnya dapat berubah warna. Selain itu juga anda dapat menikmati pemandangan bukit barisan secara lebih luas. Berada di atas sini terasa seperti negeri di atas awan. Sungguh pemandangan yang sangat indah dan takkan bisa dilupakan bagi siapa saja yang melihatnya.

Kawah

DSC_3872Pemandangan dari sisi timur kawah

 TIPS

  1. Hormatilah adat istiadat masyarakat setempat.
  2. Bawalah obat-obatan pribadi bagi anda yang memerlukannya.
  3. Mendakilah saat pagi hari, karena cuaca akan lebih cerah sehingga pemandangan yang indah disini dapat lebih dinikmati.
  4. Berdoalah sebelum melakukan pendakian.

Gunung dempo akan menyajikan sebuah kesan petualangan yang tidak akan anda lupakan. Pemandangan alamnya yang asri dan alami serta keunikan yang dimilikinya dijamin akan membuat anda terpukau. Jika anda menyukai petualangan, sempatkan diri anda untuk kesini. Selamat berwisata!

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerMyspaceRSS

Testimonials

It was like a hard struggle for join this trip. Because I had to argue with my boyfriend used to get a permit from him. Hehehe.. It was my second climb with Ase Adventure. first was Mt. Slamet. I got such a awesome experience, a very hospitable and kind Ase as a TS made this trip so enjoyable. But, I think you have to limit the participant on your next trip in order to build a better friendship. Too much participants will decrease the solidarity in it, I think. The biggest motivation to join this Mt.Gede ascent because of it held on Katini Day. I obsessed to wear “kebaya” on peak of Mt.Gede! It was such an appreciation to Kartini. And thanks God, I have did it! By the way, peak of Mt.Gede is a very beautiful spot for capturing. I think I’ll be there (again) for some pre-wedding hunt! Hahaha.. Keep on your good work Ase! I am glad to see and know you! Good luck!

Regard, intananda.

Intan Deviana Safitri, Slamet + Gede + Semeru 2012 - 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect With Us